Hakim Vonis Dante Sinaga 7 Tahun, PH: Putusan Tak Sejalan Fakta
Medan — Majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Medan pada Jumat malam, 11 September, menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara kepada Dante Sinaga terkait perkara dugaan korupsi penjualan aluminium alloy PT Inalum. Vonis yang dibacakan oleh ketua majelis As’ad Rahim Lubis juga menjatuhkan denda Rp500 juta dan tidak membebankan pidana uang pengganti. Tim penasihat hukum mengaku kecewa karena putusan dinilai tidak mencerminkan fakta persidangan.
Isi putusan dan tuntutan
Majelis hakim menyatakan Dante bersalah dan menjatuhkan hukuman tujuh tahun serta denda Rp500 juta subsider 140 hari kurungan jika tidak dibayar. Dalam putusan tersebut hakim tidak memerintahkan pembayaran uang pengganti kerugian negara.
Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum dari Kejati Sumut menuntut hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 140 hari penjara. Perbedaan antara tuntutan dan putusan muncul pada aspek pidana uang pengganti yang dihapus oleh majelis.
Kekecewaan penasihat hukum
Penasihat hukum Dante, Kasmin Sidauruk, menilai pertimbangan hakim lebih banyak mengadopsi dakwaan dan tuntutan JPU tanpa mengurai bukti persidangan secara menyeluruh. Ia mengatakan keputusan itu tidak adil dan tidak mencerminkan fakta yang terungkap.
"Keputusan tersebut sangat tidak adil. Apalagi kita lihat dari putusan itu, semua kita lihat mengadopsi daripada tuntutan dan dakwaan daripada jaksa penuntut umum,"
Persoalan bukti, deatstock, dan rentang waktu kerugian
Kasmin mempersoalkan sejumlah pertimbangan hakim, termasuk soal deatstock yang menurut tim pembela bertentangan dengan keterangan para saksi. Ia menegaskan saksi-saksi di persidangan menyatakan adanya kondisi berbeda.
Selain itu, penasihat hukum mempertanyakan dasar perhitungan kerugian negara yang dikaitkan kepada Dante. Menurut mereka, perhitungan kerugian menggabungkan periode yang tidak relevan dengan masa keterlibatan klien mereka.
"Kerugian itu kan dihitung dari sejak terjadinya MOU yang ditandatangani oleh orang kami... Bagaimana mungkin kerugian Rp101 miliar tadi itu dari mulai tahun 2020 sampai 2021 dijumlahkan?"
Argumen soal pertambahan kekayaan
Tim pembela juga menolak asumsi adanya pertambahan kekayaan yang setara dengan nilai kerugian negara. Kasmin menyatakan tidak ada bukti di persidangan yang menunjukkan kliennya menikmati atau memperkaya diri dari perkara itu.
"Di mana dia bisa menentukan bahwa dia bertambah kekayaannya sebesar Rp141 miliar tadi? Tidak ada. Tidak ada terbukti di persidangan ini,"
Langkah hukum selanjutnya
Atas putusan itu, tim penasihat hukum menyatakan akan berkoordinasi dengan Dante Sinaga dan tim untuk menentukan langkah hukum berikutnya. Mereka menegaskan akan menimbang opsi banding berdasarkan catatan fakta persidangan dan pertimbangan hukum yang belum dihitung menurut mereka.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Syariat Islam di Aceh Butuh Dukungan Masyarakat, Bukan Hanya Regulasi
Tgk. Bustamam Usman menilai pelaksanaan syariat Islam di Aceh memerlukan dukungan individu dan masyarakat, b...
Bupati Sergai Buka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup
Bupati Sergai Darma Wijaya membuka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup di Perbaungan, 12 tim bersaing...
Wali Kota Sabang Serahkan Bantuan untuk Pekerja Cuci di Kuta Timu
Wali Kota Sabang kunjungi Siti Rohamah di Kuta Timu dan serahkan bantuan tunai serta peralatan cuci untuk me...
Bupati Asahan Tegaskan Sinergi Pemda Percepat Pembangunan
Bupati Asahan minta sinergi antar Pemda di Rapat Revisi UU 23/2014 untuk percepat pembangunan dan tingkatkan...
Koperasi Desak Eksekusi Putusan MA atas Lahan Eks PT Torganda
Koperasi mendesak eksekusi dua putusan MA atas 47.000 ha lahan eks PT Torganda; menuntut kepastian hak dan p...
Polrestabes Medan Gerebek Rumah di Jalan Jermal, Dua Orang Diamankan
Tim gabungan Polrestabes Medan menggerebek rumah di Jalan Jermal pada 30/10; ditemukan barang bukti narkoba...