Berkah Ibu Pertahankan Sambal Ulek Manual demi Cita Rasa Asli
UMKM Berkah Ibu mempertahankan pembuatan sambal secara manual menggunakan ulekan untuk menjaga cita rasa autentik. Pemilik usaha, Novita Diahka, menegaskan produk dibuat tanpa pengawet dan non-MSG. Pernyataan disampaikan pada Rabu (15/7/2026) sebagai upaya memastikan kualitas dan kesegaran.
Proses produksi tradisional
Semua varian sambal diolah tanpa blender. Proses ulek manual dipilih agar tekstur dan aroma bahan tetap terjaga. Novita mengatakan tekstur kasar dan perpaduan rempah lebih tercampur ketika diulek.
"Semua sambal kami ulek manual, tanpa pengawet dan non-MSG. Kami juga membuatnya setelah ada pesanan supaya tetap fresh."
Novita menambahkan bahwa pembuatan secara manual juga membantu menjaga kontrol mutu pada tiap batch sambal.
Strategi kualitas: made by order
Berkah Ibu menerapkan sistem produksi made by order. Artinya, produk dibuat setelah ada pesanan untuk menjaga kesegaran bahan baku dan hasil akhir. Langkah ini mengurangi kebutuhan penyimpanan jangka panjang dan meminimalkan penggunaan bahan pengawet.
Varian produk dan kemasan
Saat ini Berkah Ibu menawarkan empat varian sambal yang disesuaikan dengan selera konsumen. Produk tersedia dalam kemasan saset dan botol.
- Sambal cumi
- Sambal bajak
- Sambal terasi
- Sambal bawang
Kemasan saset cocok untuk pembelian sekali pakai, sementara botol disediakan untuk konsumen yang ingin porsi lebih besar.
Implikasi dan prospek
Dengan mempertahankan proses tradisional, Berkah Ibu menempatkan diri pada ceruk pasar konsumen yang mencari rasa otentik dan produk tanpa bahan tambahan. Namun, metode manual berpotensi membatasi kapasitas produksi jika permintaan meningkat drastis.
Ke depan, strategi made by order dan penekanan pada bahan alami menjadi faktor kunci bagi UMKM ini untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dan membedakan produk di pasar sambal yang kompetitif.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...