Dukungan Keluarga Perkuat Usaha Rajut Safied di Malang
Rajut Safied, usaha rajut yang dikelola Eko Handayani di Cemoro Kandang, Kota Malang, semakin berkembang berkat dukungan aktif keluarga. Sejak masa pandemi COVID-19, anggota keluarga tidak hanya memberi semangat tetapi juga terlibat langsung dalam produksi dan pengembangan produk, termasuk lini amigurumi. Pernyataan ini disampaikan Eko dalam acara Catur Laras Jagongan UMKM RRI Malang, Rabu (15/7/2026).
Peran keluarga dalam proses produksi
Keterlibatan anggota keluarga muncul sejak pandemi, saat usaha perlu menyesuaikan operasional. Anak-anak belajar merajut dan membantu tugas harian, sehingga kapasitas produksi meningkat tanpa mengorbankan kualitas. Bentuk keterlibatan ini mencakup pemilihan pola, perajutan, hingga pengepakan produk.
Ide produk dan respons pasar
Keluarga juga berkontribusi pada ide produk baru yang sesuai tren. Menurut Eko, masukan dari anak-anak menghasilkan varian yang menarik minat pembeli lokal. Hal ini terlihat pada respons positif pasar terhadap koleksi amigurumi yang dikembangkan bersama.
"Anak-anak ikut belajar merajut dan sering memberikan ide produk yang sesuai dengan tren. Dari mereka juga muncul gagasan untuk mengembangkan amigurumi yang ternyata mendapat respons positif dari pasar,"
Manfaat untuk pendidikan kewirausahaan
Selain aspek bisnis, Eko menilai usaha keluarga menjadi sarana belajar kewirausahaan bagi generasi muda. Kegiatan sehari-hari di usaha mengajarkan keterampilan teknis merajut dan manajemen sederhana, seperti pengemasan dan pelayanan pelanggan. Kolaborasi keluarga turut menciptakan suasana kerja yang lebih kreatif dan berkelanjutan.
Jaringan UMKM dan prospek pemasaran
Rajut Safied juga memanfaatkan jaringan komunitas UMKM untuk memperluas pasar. Dukungan komunitas membantu promosi dan akses pasar yang lebih luas. Dengan fondasi keluarga yang kuat dan jaringan yang berkembang, Eko optimistis usaha dapat meningkatkan daya saing kerajinan lokal Malang.
Pendekatan kolaboratif antara keluarga dan komunitas menunjukkan bagaimana UMKM skala rumah tangga dapat tumbuh tanpa kehilangan karakter kerajinan lokal. Ke depan, kesinambungan keterlibatan keluarga menjadi kunci bagi pengembangan produk dan ekspansi pasar.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...