Ekonomi

Berkah Ibu: Sambal Rumahan Tanpa Pengawet dan Non-MSG

Bagikan:
Produk sambal rumahan Berkah Ibu dalam beberapa varian tanpa pengawet

UMKM Berkah Ibu di Malang meluncurkan sambal rumahan tanpa bahan pengawet dan MSG. Pemilik usaha, Novita Diahka, mengatakan produk ini dibuat manual dengan ulekan dan dijual lewat media sosial serta marketplace. Penjelasan itu disampaikan saat Novita tampil di Jagongan UMKM di Pro 4 RRI Malang, Selasa (14/7/2026).

Varian sambal dan teknik tradisional

Berkah Ibu menawarkan empat varian sambal untuk memenuhi selera lokal. Semuanya dibuat secara manual untuk mempertahankan tekstur dan cita rasa khas sambal rumahan.

  • Sambal cumi
  • Sambal bajak
  • Sambal terasi
  • Sambal bawang

Novita menjelaskan proses pengolahan dilakukan tanpa blender. Metode ulek manual dipilih karena dianggap menjaga aroma dan struktur bahan lebih baik.

Awalnya saya dan suami sama-sama suka sambal. Setelah coba membuat resep sendiri dan ternyata banyak yang bilang enak, akhirnya kami memutuskan untuk menjualnya

Kualitas: tanpa pengawet dan non-MSG

Produk diproduksi tanpa pengawet dan tanpa penambahan MSG, fokus pada kesegaran bahan dan rasa otentik. Untuk menjaga mutu, produksi dilakukan berdasarkan pesanan sehingga konsumen menerima sambal dalam kondisi segar.

Semua sambal kami ulek manual, tanpa pengawet dan non-MSG. Kami juga membuatnya setelah ada pesanan supaya tetap fresh

Pemasaran, harga, dan sistem produksi

Berkah Ibu memasarkan produknya melalui platform media sosial dan beberapa marketplace. Sistem penjualan mengandalkan model made by order untuk memastikan stok selalu baru dan mengurangi kebutuhan pengawet.

Harga disesuaikan dengan kemasan: sambal dalam saset ditawarkan mulai dari Rp5.000, sedangkan kemasan botol dijual sampai Rp28.000. Strategi ini dimaksudkan untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan dan anggaran berbeda.

Implikasi dan prospek

Permintaan konsumen terhadap produk tanpa bahan pengawet meningkat, terutama di segmen yang menghargai makanan rumahan dan bahan alami. Dengan modal proses manual dan sistem produksi berdasarkan pesanan, Berkah Ibu berpotensi menarik pelanggan yang mencari sambal segar dan otentik.

Ke depan, konsistensi rasa dan kemampuan memenuhi pesanan menjadi kunci bagi UMKM ini untuk berkembang, termasuk kemungkinan perluasan varian dan saluran distribusi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait