Nasional

Bulog Usul Beras Kita Premium, Target Harga Rp14.900/kg

Bagikan:
Ilustrasi gabah dan karung beras sebagai simbol usulan program Beras Kita Premium oleh Bulog

Perum Bulog mengusulkan program baru bernama Beras Kita Premium untuk meredam lonjakan harga beras premium. Usulan disampaikan pada Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta, Selasa 8 Juni 2026. Bulog ingin mengadopsi mekanisme Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan agar harga tetap terjangkau.

Mekanisme dan target harga

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan program ini akan meniru pola SPHP yang selama ini dipakai untuk beras medium. Jika disetujui, Bulog akan memanfaatkan stok beras pemerintah dan menyalurkannya sesuai kebutuhan pasar.

Target harga yang diusulkan untuk Beras Kita Premium dipatok sekitar Rp14.900 per kilogram. Namun, proposal ini masih bersifat usulan dan belum mendapat persetujuan resmi dari pemerintah.

Kami hanya mengusulkan untuk membuat Beras Kita Premium

Nah ini kan saya baru mengajukan saran. Belum di-approve

Alasan pengusulan

Bulog menyatakan harga beras medium relatif stabil, sementara harga beras premium menunjukkan kenaikan. Dengan pola penyaluran yang mirip SPHP, Bulog berharap dapat menekan gejolak harga di segmen premium.

Beras medium aman, stabil. Hanya beras premium yang agak meningkat. Tadi saya memberikan saran di rapat dibuatkan Program Beras Kita Premium, seperti beras SPHP

Data harga saat ini

Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan menunjukkan perbedaan harga antara kedua segmen beras. Berikut ringkasan harga rata-rata nasional:

Jenis Beras Harga Rata-rata (Rp/kg)
Beras medium 13.766
Beras premium 15.455

Proses pembahasan dan potensi dampak

Usulan kini sedang dibahas bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan serta kementerian dan lembaga terkait. Jika mendapat persetujuan, program diharapkan menambah instrumen stabilisasi harga dan memberi pilihan beras premium yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Sedang didiskusikan dulu, nah, mudah-mudahan ada, sehingga nanti (harga beras premium) turun. As soon as possible, biar masyarakat tenang

Langkah ini tidak menggantikan SPHP, melainkan akan menjadi pelengkap untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Realisasi program tergantung keputusan pemerintah dan hasil koordinasi antar lembaga.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait