Bedah Buku Bung Karno: Negara Gotong Royong di Madiun
Bedah Buku Bung Karno digelar DPC PDI Perjuangan Kota Madiun pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, di Kedai Mucofee, Jl. Salak 60 B. Acara dimulai pukul 19.30 WIB dan mengusung tema besar "Dalam Konteks Negara Gotong Royong" untuk membumikan ajaran Sang Proklamator kepada kader partai dan publik.
Bedah Buku Bung Karno itu dihadiri pengurus DPC, PAC, ranting, badan-badan sayap, serta kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kota Madiun. Diskusi menghadirkan narasumber, moderator, dan pemantik diskusi untuk menggali makna pemikiran Bung Karno dalam konteks perjuangan kini.
Bedah Buku Bung Karno menghadirkan narasumber utama Dr. Agustinus W. Dewantara, S.S., M.Hum., dosen STKIP Widya Yuwana. Dalam paparan, ia menekankan bahwa pemikiran Bung Karno bukan sekadar catatan sejarah melainkan sumber gagasan untuk membangun masa depan bangsa.
Acara, narasumber, dan mekanisme diskusi
Diskusi dipandu Yakobus Wasit S. sebagai moderator dan Iwan Yudhi Atmoko sebagai pemantik. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dan melibatkan kader dari berbagai tingkatan struktur partai.
Panitia melaporkan acara berjalan sekitar dua jam dan ditutup dengan pekikan salam nasional. Suasana penuh antusiasme terlihat saat peserta mengajukan pertanyaan terkait implementasi konsep Bung Karno di kerja-kerja kerakyatan.
Pokok-pokok pemikiran Bung Karno yang dibahas
Agustinus menyorot sejumlah gagasan kunci yang relevan saat ini, termasuk pentingnya solidaritas sosial, kedaulatan ekonomi, dan semangat kebangsaan sebagai landasan Negara Gotong Royong.
“Bung Karno bukan sekadar sejarah, melainkan sumber gagasan hidup untuk membangun masa depan bangsa,”
Menurutnya, ide-ide tersebut harus diterjemahkan ke dalam program kerja partai dan aksi-aksi nyata di tingkat lokal.
Respons partai dan harapan kader
Sutardi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun dan Wakil Ketua I DPRD Kota Madiun, menegaskan kegiatan ini bagian dari upaya membentuk kader yang tidak hanya militan di lapangan tetapi matang secara ideologis.
“Melalui acara ini kami ingin mengingatkan kembali konsep utama perjuangan dan pemikiran Bung Karno tentang nilai-nilai Pancasila dan semangat Tri Sakti-nya,”
Ia menambahkan bahwa memahami dan menjiwai gagasan tersebut penting untuk memperkuat peran partai dalam kerja-kerakyatan di Kota Madiun.
Penutup dan implikasi ke depan
Acara ditutup dengan pekikan MERDEKA dan suasana penuh semangat. Bedah buku ini diharapkan menjadi titik awal penguatan program kader berbasis ideologi di tingkat kota.
Rangkaian diskusi yang menekankan implementasi Negara Gotong Royong memberi sinyal bahwa PDI Perjuangan Kota Madiun akan mendorong penerapan gagasan Bung Karno ke program-program publik dan advokasi kebijakan lokal.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Harvard Kurniawan Dorong Optimalisasi Lapangan Olahraga Melalui Mabol
Harvard Kurniawan mendorong Pemkot Malang perbaiki lapangan kelurahan dan gelar mabol rutin di Stadion Gajay...
Buleks Minta Pengawasan RHU Surabaya Perketat Keamanan
Anggota DPRD Budi Leksono minta pengawasan RHU Surabaya diperkuat dengan SOP, tenaga kesehatan, dan layanan...
Kanang di Ngawi: Jangan Berbuat Zalim, DPR Awasi Dugaan Penyadapan
Anggota DPR Budi Sulistyono (Kanang) memberi pesan moral ke pelajar di Ngawi dan meminta DPR mengawal dugaan...
DPRD Madiun Minta 105 Pejabat Baru Segera Bekerja
Ketua DPRD Madiun minta 105 pejabat baru yang dilantik 4 Nov 2026 segera bekerja agar penyelesaian P-APBD 20...
PKK Sumenep Perkuat Persatuan, Hapus Sekat demi Pelayanan
Ketua TP PKK Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, minta kader perkuat persatuan dan hapus sekat agar program PKK lebih...
DPRD Dorong APBD Kota Malang Gandeng MAC untuk Disabilitas
DPRD Kota Malang usulkan APBD 2027 bekerja sama dengan Malang Autism Center untuk perkuat layanan terapi dan...