Ansari Jelaskan Pengelolaan Dana Haji BPKH dan Subsidi BPIH 2026
PAMEKASAN — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Jawa Timur XI, Hj. Ansari, menggelar sarasehan tentang tata kelola dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Pamekasan pada Selasa (4/8/2026). Ia menyerukan agar masyarakat Madura memahami cara pengelolaan dana haji untuk menangkal disinformasi dan memastikan manfaat dana dirasakan calon jemaah.
Sosialisasi tujuan dan akses laporan
Ansari mengatakan setoran awal jemaah tidak "mengendap", melainkan diolah secara transparan oleh BPKH sehingga memberikan manfaat langsung bagi calon jemaah. Ia menekankan pentingnya edukasi publik sebagai mitra kerja BPKH di DPR.
“Masyarakat perlu mengetahui tugas BPKH, bagaimana dana haji dikelola, sistem pelaporannya, hingga manfaat yang dihasilkan. Selain melalui sosialisasi langsung seperti ini, laporan BPKH juga sangat terbuka dan bisa diakses publik lewat media sosial resmi mereka,” ujar Ansari.
Skema investasi dan subsidi biaya haji
Menurut Ansari, dana setoran awal diinvestasikan pada instrumen berbasis syariah yang aman. Hasil pengembangan dana itulah yang digunakan untuk menyubsidi biaya keberangkatan jemaah.
Dia merinci angka BPIH pada musim haji 2026. Secara riil, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) mencapai sekitar Rp87,9 juta. Namun, yang dibebankan kepada jemaah adalah Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp52,1 juta. Selisihnya, sekitar Rp33 juta, ditutup dari nilai manfaat hasil pengelolaan dana haji.
Manfaat dana untuk masyarakat
Tidak hanya menutup selisih biaya keberangkatan, hasil optimalisasi dana haji dan Dana Abadi Umat (DAU) turut disalurkan ke program kemaslahatan. Ansari menyebut contoh konkret seperti pembangunan sumur bor, pengadaan kendaraan operasional, dan perbaikan infrastruktur jalan paving di pedesaan.
Dengan skema ini, kata Ansari, beban biaya bagi jemaah dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas layanan. Ia mendorong masyarakat agar aktif mengakses laporan BPKH untuk memverifikasi penggunaan dana secara transparan.
Implikasi dan arah ke depan
Peningkatan literasi keuangan haji dinilai krusial untuk mengurangi kekhawatiran publik terhadap isu pengelolaan dana. Ke depan, kolaborasi antara DPR, BPKH, dan masyarakat diharapkan memperkuat akuntabilitas serta memaksimalkan manfaat sosial dana haji untuk kesejahteraan komunitas.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Minta Kejelasan SK Pemutakhiran LP2B Jember untuk APBD 2027
DPRD Jember mendesak salinan SK pemutakhiran LP2B untuk memastikan program ketahanan pangan dan pembangunan...
DPRD Kediri: Tingkatkan Dukungan untuk Ormas Keagamaan
Yuzar Rasyid mendorong pemerintah memperkuat dukungan bagi ormas keagamaan untuk pembinaan akhlak dan pening...
Soekarno Run Blitar 2026: Peserta Tembus 5.000, Ekonomi Lokal Bangkit
Soekarno Run Blitar 2026 (8/11/2026) menarik lebih dari 5.000 peserta dan menggerakkan ekonomi lokal, dari h...
Pagelaran Campursari 'Tombo Ati' Hidupkan Tradisi di Bojonegoro
Ratusan warga Sambongrejo menghadiri Pagelaran Campursari "Tombo Ati" untuk melestarikan budaya dan mendoron...
Soekarno Run 2026 di Blitar: 4.200 Pelari Bawa Pesan Berdikari
Soekarno Run 2026 di Blitar diikuti 4.200 pelari. Rute melewati Istana Gebang dan Makam Bung Karno, menekank...
Pokmas Watu Ulo Didorong Kembangkan Pariwisata Bahari Jember
DPRD Jember mendorong Pokmas JWS kembangkan Pantai Watu Ulo berkelanjutan untuk mendorong ekonomi lokal dan...