Warga Keluhkan Bau Menyengat di TPS3R Baratan Jember
JEMBER — Warga sekitar TPS3R Baratan, Kabupaten Jember, mengeluhkan bau busuk yang diduga berasal dari proses pengolahan maggot. Keluhan berlangsung hampir enam bulan dan memicu inspeksi DPRD pada Rabu, 27 Mei 2026.
Keluhan warga dan dugaan penyebab
Warga menyebut bau menyengat muncul karena menumpuknya sampah basah yang masuk ke TPS3R dan dikelola pihak ketiga pengusaha maggot. Tumpukan itu dinilai tidak dipilah sehingga cepat membusuk dan mengganggu lingkungan permukiman.
"Jumlah sampah basah yang masuk sangat banyak. Akhirnya baunya sangat mengganggu warga sekitar TPS3R,"
— Wahyu Prayudi Nugroho (Nuki), anggota DPRD Jember
Inspeksi DPRD dan temuan lapangan
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, bersama Nuki melakukan inspeksi ke lokasi pada 27 Mei sekitar pukul 11.27 WIB. Mereka menemukan bau kuat dari area pengolahan maggot yang dikelola pihak ketiga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember.
Di lapangan juga terlihat tumpukan sampah basah yang hendak diangkut truk DLH. Menurut pengelola, limbah tersebut berasal dari SPPG wilayah Baratan dan Patemon.
"Ini sudah tidak benar. Volume limbah SPPG sangat banyak dan tidak ada pemilahan. Akhirnya menumpuk dan menimbulkan bau busuk,"
— Candra Ary Fianto, Ketua Komisi B DPRD Jember
Tuntutan dan langkah yang diminta
Candra menegaskan pengelolaan limbah harus mengikuti prosedur. Menurutnya, sampah organik dan anorganik wajib dipilah sebelum diproses pihak ketiga. Ia meminta DLH mengambil langkah tegas agar persoalan tidak berlarut dan memicu keresahan warga.
Warga dan DPRD meminta agar aktivitas usaha maggot di TPS3R Baratan dihentikan sementara sampai ada evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan. Candra juga menekankan tanggung jawab SPPG dalam mengelola residu sehingga tidak dibebankan semata kepada pihak ketiga.
Dampak lingkungan dan harapan warga
Kondisi bau menyengat bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas lingkungan permukiman. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di TPS3R Baratan agar masalah ini tidak berulang.
Permintaan penanggulangan segera dinilai penting untuk mencegah masalah kesehatan dan menjaga kelestarian lingkungan setempat.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Lantik 264 PAC di Probolinggo, Fokus ke Kader Muda
DPC PDI Perjuangan Probolinggo melantik 264 pengurus PAC (29/5/2026) dan menegaskan peran kader muda dalam p...
PDIP Sidoarjo Bagikan 6 Sapi dan 1 Kambing Saat Iduladha 2026
PDIP Sidoarjo menyumbang 6 sapi dan 1 kambing untuk kurban Iduladha 1447 H, distribusi ke santri dan warga s...
Novita Hardini: Koordinasi Lintas Sektor Kunci Pengelolaan Pariwisata
Novita Hardini minta Kementerian Pariwisata perkuat sinergi pusat-daerah untuk atasi ego sektoral dan optima...
Nelayan Puger Keluhkan Sulitnya Dapatkan Solar Subsidi
Puluhan nelayan Puger mengadu ke DPRD Jember soal sulitnya akses solar subsidi dan rumitnya persyaratan admi...
PDI Perjuangan Gresik Bagikan Daging Kurban Door-to-Door
DPC PDI Perjuangan Gresik menyembelih sapi dan kambing lalu membagikan daging kurban door-to-door kepada sek...
Warga Surabaya Keluhkan Biaya Pendidikan dan Lapangan Kerja saat Reses
Warga Surabaya mengeluhkan biaya sekolah, pencairan bantuan, dan minimnya lapangan kerja saat reses Budi Lek...