Nasional

Basarnas Perpanjang Pencarian KM Virgo Transport 8

Bagikan:

Basarnas memperpanjang operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 selama tujuh hari karena dugaan masih ada korban terjebak di badan kapal. Keputusan itu disampaikan pada Sabtu malam, 26 September 2026, di Jakarta. Tim SAR gabungan terus bekerja dengan evaluasi berkala setiap tiga hari.

Perpanjangan operasi SAR

Direktur Operasi Basarnas RI, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, menyatakan perpanjangan untuk memastikan keselamatan bagi korban yang belum ditemukan. Langkah ini diambil setelah operasi memasuki hari ke-14. Evaluasi akan dilakukan setiap tiga hari agar taktis dan responsif terhadap kondisi di lapangan.

Operasi memasuki hari ke-14, kami putuskan akan diperpanjang hingga tujuh hari ke depan, namun akan dievaluasi per tiga hari

Jumlah korban dan kondisi

Sampai Sabtu malam, tim SAR gabungan menemukan 172 korban dari KM Virgo Transport 8. Rinciannya, 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia. Selain itu, sejumlah korban diperkirakan masih berada di dalam badan kapal dan menjadi fokus pencarian lanjutan.

Kondisi korban yang ditemukan mendapat penanganan oleh tim medis di lokasi. Operasi mencari korban yang diduga terperangkap di kapal membutuhkan pendekatan teknis dan koordinasi antarunit SAR.

Penanganan kesehatan penyelam

TNI Angkatan Laut menyiapkan penanganan medis khusus untuk tim penyelam yang terlibat. Sebanyak 45 penyelam gabungan telah melakukan penyelaman intensif selama sekitar dua pekan pada kedalaman mencapai 20 meter. Oleh karena itu, pemulihan kesehatan menjadi perhatian utama.

Kita menghadirkan dokter hiperbarik, yang rencana nantinya akan ada chamber atau treatment hiperbarik untuk para penyelam

Risiko tekanan dan tindakan medis

Penyelaman berkedalaman menimbulkan risiko kelainan akibat perubahan tekanan, termasuk kemerahan kulit dan nyeri sendi. Dalam kasus berat, gangguan tekanan dapat menyebabkan risiko kelumpuhan. Untuk itu, tim medis menghadirkan layanan hiperbarik dan rencana chamber sebagai bagian dari protokol pemulihan.

Pemantauan dan perawatan kondisi penyelam menjadi bagian vital operasi. Langkah ini juga bertujuan menjaga kemampuan operasional tim SAR selama pencarian lanjutan.

Dengan perpanjangan tujuh hari dan evaluasi berkala, tim SAR berharap dapat menemukan korban yang masih dicari sekaligus memastikan keselamatan penyelam. Proses pencarian akan terus disesuaikan dengan temuan dan kondisi di lapangan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait