Sinta Nuriyah Wahid Dilantik Jadi Anggota Wantimpres
Sinta Nuriyah WahidWantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara.
Pengangkatan tersebut merupakan bagian dari pelantikan 26 anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026, menandai babak baru peran publik Sinta setelah panjang berkecimpung di bidang pendidikan, jurnalistik, dan aktivitas sosial.
Pendidikan dan latar keluarga
Sinta lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 8 Maret 1948 sebagai anak sulung keluarga Abdussyakur dan Siti Anisah Syakur. Ia mengenyam pendidikan dasar di Sekolah Rakyat Jombang dan melanjutkan di Madrasah Muallimat Bahrul Ulum Tambakberas.
Selanjutnya Sinta menempuh studi Syariah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan kajian perempuan di Universitas Indonesia. Pendidikan pesantren dalam keluarganya menjadi dasar kedekatannya dengan isu keagamaan dan sosial.
Karier di pendidikan dan jurnalistik
Sinta mengembangkan pengalaman profesional lewat dunia pendidikan dan media. Ia pernah mengajar di beberapa lembaga pendidikan.
Selain itu, Sinta aktif sebagai jurnalis. Ia bekerja di Majalah Keluarga Zaman dan menjadi wartawan di Majalah Matra, memperkaya wawasan publiknya tentang isu sosial dan kebijakan.
Kiprah sosial dan Yayasan
Sinta dikenal aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ia mendirikan Yayasan Puan Amal Hayati yang fokus pada pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan.
Peran sosialnya juga mencakup advokasi kemanusiaan, kebebasan beragama, dan dialog antarpemeluk keyakinan—bidang yang konsisten menjadi perhatian sepanjang kariernya.
Peran dalam keluarga dan kenegaraan
Sinta menikah dengan KH Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur, pada 11 September 1971. Dari pernikahan itu lahir empat putri:
- Alissa Qotrunnada Munawaroh
- Zannuba Arifah Chafsoh
- Anita Hayatunnufus
- Inayah Wulandari
Saat Gus Dur menjabat sebagai Presiden keempat Republik Indonesia (1999–2001), Sinta mendampingi suaminya sebagai Ibu Negara dan melanjutkan keterlibatan dalam inisiatif sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Penghargaan akademis dan prospek sebagai Wantimpres
Pada 2019, Sinta menerima gelar Doktor Kehormatan di bidang Sosiologi Agama dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penghargaan ini mengakui kontribusinya pada studi agama dan masyarakat.
Dengan pengalaman panjang di bidang sosial, perempuan, pesantren, dan kemanusiaan, Sinta membawa perspektif yang relevan ke Wantimpres. Keahliannya di isu pemberdayaan dan antariman dapat menjadi fokus saat memberi masukan kepada pemerintah.
Pelantikan ini menempatkan Sinta pada posisi strategis untuk meneruskan kiprah advokasinya pada level kebijakan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...