Nasional

Pemerintah Bakal Bangun 4.582 Kapal Ikan, Produksi Naik 2,3 Juta Ton

Bagikan:
Kapal ikan modern di galangan kapal menunggu pengerjaan

Pemerintah akan membangun 4.582 kapal ikan modern secara bertahap pada 2026–2029 untuk meningkatkan produksi perikanan hingga 2,3 juta ton per tahun, meningkatkan pendapatan nelayan, dan menambah PNBP. Program ini masih dalam tahap persiapan dan dijadwalkan mulai realisasi fisik pada 2026 dengan target awal pembangunan 50 kapal ukuran 30 GT.

Rincian kapal dan target produksi

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan kapal yang akan dibangun beragam kapasitasnya, dari 10 GT hingga 2.500 GT. Armada ini ditujukan untuk operasi mulai dari perairan dekat pantai hingga laut lepas dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Pemerintah menargetkan pembangunan kapal ikan modern sebanyak 4.582 unit secara bertahap mulai 2026 hingga 2029. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap persiapan dan belum memasuki tahap realisasi fisik,"

Menurut Qodari, dampak langsung yang ditargetkan meliputi peningkatan produksi perikanan tangkap dan pendapatan nelayan. Pemerintah memperkirakan kenaikan pendapatan nelayan mencapai Rp20,6 triliun per tahun dan tambahan PNBP sebesar Rp1,8 triliun per tahun.

"Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan produksi perikanan tangkap hingga 2,3 juta ton per tahun. Kemudian peningkatan pendapatan nelayan sebesar Rp20,6 triliun per tahun,"

Penyerapan tenaga kerja dan kebutuhan awak kapal

Program pembangunan kapal diproyeksikan menyerap hingga 89.000 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 55.000 orang akan dipersiapkan sebagai awak kapal perikanan.

  • Nakhoda
  • Perwira
  • Kepala kamar mesin
  • Anak buah kapal
  • Operator kapal dan staf administrasi

"55 ribu orang di antaranya dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan awak kapal perikanan. Diantaranya seperti nakhoda, perwira, kepala kamar mesin, dan anak buah kapal,"

Pembiayaan dan keterlibatan industri dalam negeri

Untuk membiayai pembangunan 4.582 kapal, pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi sekitar Rp125,5 triliun. Kementerian Kelautan dan Perikanan direncanakan melibatkan industri galangan kapal dalam negeri agar manfaat ekonomi tersebar luas, membuka lapangan kerja, dan mendorong alih teknologi.

Tahapan pelaksanaan dan langkah selanjutnya

Meski target mulai pada 2026, Qodari menegaskan realisasi fisik belum dimulai dan program masih dalam tahap persiapan. Detail teknis seperti mekanisme pendanaan, skema produksi, dan jadwal rinci akan diumumkan pemerintah pada tahap lanjut pelaksanaan.

Program ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya memaksimalkan potensi kelautan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait