Ustaz Tegaskan Bahaya Hasad: Ancaman bagi Iman dan Amal
ACEH BESAR – Pengasuh Dayah Sabiilir Rasyad Ilal Jannah Al-‘Amiriyah Gampong Neusu, Tgk. Ridha Fathahillah, memperingatkan umat Islam agar mewaspadai hasad atau iri dengki yang dapat merusak kehidupan beragama dan sosial. Peringatan itu disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Besar Al Ittihadiyah, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, pada Jumat (5/6).
Apa itu hasad dan bahayanya
Tgk. Ridha menjelaskan bahwa hasad merupakan salah satu penyakit hati paling berbahaya. Ia mengutip Imam Al-Ghazali yang mendefinisikan hasad sebagai kebencian terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain, disertai harapan agar nikmat itu hilang.
"Hasad bukan sekadar rasa tidak suka, tetapi keinginan agar orang lain kehilangan nikmat. Ini sangat berbahaya bagi kebersihan hati seorang mukmin,"
Menurutnya, hasad dapat menghapus pahala amal kebaikan. Ia merujuk pada sabda Rasulullah saw. bahwa iri dan dengki mampu memakan pahala kebaikan seperti api membakar kayu bakar.
Hasad dan gangguan doa
Tgk. Ridha menambahkan bahwa sifat hasad juga menjadi penghalang terkabulnya doa. Ia menyebut sebuah hadis yang menyatakan bahwa di antara golongan yang doanya tidak dikabulkan adalah mereka yang gemar memakan harta haram, suka menggunjing (ghibah), dan mereka yang memiliki sifat hasad dalam hati.
Lima petaka pelaku hasad
Lebih jauh, ia mengutip para ulama (hukama) yang menegaskan bahwa orang yang berhasad akan lebih dulu merasakan dampak buruk sebelum keburukan itu menimpa orang yang didengkinya.
- Kegelisahan yang tiada henti
- Musibah tanpa pahala
- Kehinaan tanpa pujian
- Murka Allah
- Tertutupnya pintu taufik
Upaya menjaga hati dan takwa
Tgk. Ridha mengingatkan pentingnya menjaga takwa sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 102. Ia menegaskan bahwa ketakwaan berpusat di hati dan menjadi penentu baik buruknya perilaku seorang muslim.
"Wahai orang-orang yang beriman ! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim," (QS. Ali Imran: 102)
Ia menambahkan bahwa Rasulullah saw. pernah menunjuk ke dada lalu bersabda, bahwa takwa berada di hati. Oleh karena itu, membersihkan hati dari sifat hasad penting agar amal diterima dan mendapat ridha Allah.
"Semoga Allah menjaga hati kita dari penyakit hasad, sehingga setiap amal yang kita lakukan diterima di sisi-Nya,"
Pesan khutbah ini menjadi pengingat bagi jamaah untuk aktif membersihkan hati dan memperkuat ketakwaan, agar kehidupan pribadi dan sosial terjaga dari dampak negatif iri dengki.
Berita Terkait
Operasional PT BSM Subulussalam Terganjal Konflik, 32 Pekerja Dirumahkan
Operasional PT BSM Subulussalam dihentikan sejak 23 Mei setelah bentrokan dengan warga; 32 karyawan dirumahk...
Polsek Siantar Marihat Monitoring Panen Jagung Petani Binaan
Polsek Siantar Marihat memantau panen jagung petani binaan di Nagahuta pada 3 Juni 2026 untuk mendukung keta...
Simalungun Susun Rencana Induk Pembangunan Daerah
Pemkab Simalungun gelar rapat penyusunan RIPD di Pamatangraya untuk menyusun arah pembangunan jangka panjang...
Polres Pematangsiantar Tangkap Pemilik 1,13 Gram Sabu di Rumahnya
Polres Pematangsiantar menangkap JBS (28) pada 30 Mei dan menyita 1,13 gram sabu serta sejumlah barang bukti...
Polisi dan Warga Tambal Bahu Jalan Rusak di Padangsidimpuan
Satlantas Polres Padangsidimpuan bersama warga menambal bahu jalan berlubang di Jalan Raja Inal Siregar, Jum...
BNI Tegaskan Komitmen Bayar Ganti Rugi Kasus Koperasi Swadharma
BNI menyatakan siap memenuhi putusan PN terkait Koperasi Swadharma; porsi ganti rugi sekitar Rp472,62 juta d...