Astra Andalkan Otomotif dan Jasa Keuangan di Semester I 2026
PT Astra International mencatat pertumbuhan pada dua sektor utama—otomotif dan jasa keuangan—yang menopang kinerja perusahaan pada semester I 2026, meski kontribusi bisnis solusi pertambangan dan alat berat menurun. Secara konsolidasi, pendapatan bersih tercatat Rp157,9 triliun, turun 3 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Ringkasan kinerja keuangan
Laba bersih dari sektor otomotif dan jasa keuangan masing-masing meningkat, namun laba bersih grup menurun setelah memperhitungkan pos nonberulang. Laba bersih tanpa pos nonberulang mencapai Rp14,9 triliun, turun 7 persen dari semester I 2025.
| Pos | Semester I 2026 | Keterangan |
|---|---|---|
| Pendapatan bersih konsolidasi | Rp157,9 triliun | Turun 3% dari Rp162,9 triliun |
| Laba bersih (setelah pos nonberulang) | Rp12,5 triliun | Setelah memperhitungkan pos nonberulang Rp2,4 triliun |
| Laba bersih (tanpa pos nonberulang) | Rp14,9 triliun | Turun 7% dari Rp16 triliun |
| Otomotif - laba bersih | Rp5,9 triliun | Naik 9% YoY |
| Jasa keuangan - laba bersih | Rp4,6 triliun | Naik 6% YoY |
| Divisi komponen - laba bersih | Rp921 miliar | Naik 23% YoY |
Detail kinerja otomotif
Sektor otomotif mendapat dorongan dari peningkatan penjualan kendaraan baru dan kontribusi positif unit komponen. Penjualan mobil nasional pada semester I mencapai 437 ribu unit, naik 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan mobil Astra tumbuh 10 persen, dengan pangsa pasar tetap di angka 51 persen. Toyota dan Daihatsu mempertahankan posisi sebagai merek dengan penjualan tertinggi di Indonesia.
Pada segmen sepeda motor, penjualan nasional naik 1 persen menjadi 3,1 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda juga tumbuh 1 persen dengan pangsa pasar sebesar 77 persen.
Bisnis komponen dan mobilitas
Kontribusi laba bersih divisi komponen meningkat signifikan, tumbuh 23 persen menjadi Rp921 miliar. Kenaikan ini didorong oleh perbaikan kinerja di seluruh segmen usaha komponen.
Bisnis mobilitas juga menunjukkan tren positif. Penjualan mobil bekas naik 4 persen menjadi 15.700 unit, sementara jumlah kendaraan dalam kontrak bertambah 13 persen.
"Pada semester pertama 2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis otomotif dan jasa keuangan," ujar Presiden Direktur PT Astra International, Rudy, dalam keterangan tertulis, Selasa 4 Agustus 2026.
"Namun, penurunan kontribusi dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan," tambah Rudy.
Secara keseluruhan, pertumbuhan otomotif dan jasa keuangan menjadi penopang utama yang menahan penurunan kinerja grup. Ke depan, pemulihan penuh kinerja perusahaan akan bergantung pada kondisi pasar otomotif, permintaan jasa keuangan, serta perbaikan di segmen solusi pertambangan dan alat berat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Menguat 0,57% ke 6.270 pada Jeda Siang 4 Agustus 2026
IHSG menguat 0,57% ke 6.270,15 pada jeda siang 4 Agustus 2026, didukung PMI ekspansi, defisit perdagangan me...
Pasar Sportswear Indonesia Diproyeksi Tembus Rp58,6 Triliun 2030
Pasar sportswear Indonesia diproyeksi mencapai Rp58,6 triliun pada 2030; peluang besar bagi industri lokal d...
Harga Emas Pegadaian Melemah, Galeri24 dan UBS Turun
Harga emas Pegadaian melemah pada 4 Agustus 2026; Galeri24 dan UBS turun, rincian harga per ukuran tercatat...
Rupiah Melemah ke Rp18.027, Tertekan Ketegangan Timur Tengah
Rupiah dibuka melemah 0,17% ke Rp18.027 pada 4 Agustus 2026, terdorong ketegangan Timur Tengah yang mengerek...
Inovasi Konsisten Bawa New Home Product Bertahan 15+ Tahun
Hindun Himran sebut konsistensi inovasi jadi kunci New Home Product bertahan 15+ tahun, dengan fokus kualita...
Festival Arem Karya Rasa Perkuat Identitas Kuliner Tasikmalaya
Festival Arem Karya Rasa (3-7 Agustus 2026) promosikan kuliner rempah Tasikmalaya, dorong kolaborasi UMKM, d...