Artemis III Disiapkan: Uji Rendezvous Orion dengan Lander Komersial
NASA mematangkan rencana misi Artemis III yang dijadwalkan berlangsung tahun depan di orbit Bumi. Misi ini akan menguji rendezvous-docking antara wahana Orion dan wahana pendarat komersial dari Blue Origin serta SpaceX. Langkah ini menjadi bagian persiapan sebelum pendaratan manusia di wilayah Kutub Selatan Bulan pada misi berikutnya.
Tujuan dan skala misi
Artemis III dirancang sebagai uji coba kompleks untuk mengoordinasikan beberapa wahana sekaligus. Pejabat NASA, Jeremy Parsons, menyebut misi ini sebagai salah satu yang paling kompleks yang pernah dilaksanakan, karena melibatkan peluncuran dan pengoperasian berbagai elemen secara terpadu.
Kendaraan yang terlibat
Roket Space Launch System (SLS) akan meluncurkan modul Orion dari Kennedy Space Center di Florida dengan awak berjumlah empat orang. Setelah terpisah, modul layanan Orion akan membantu menstabilkan orbit dan mendukung operasi rendezvous dengan lander komersial.
Peran komponen spacer dan pengembangan teknis
Berbeda dari misi sebelumnya, NASA akan menggunakan komponen pengganti tahap atas yang disebut spacer. Komponen ini meniru dimensi dan massa tahap atas tanpa kemampuan propulsi, sehingga menjadi alat uji untuk interaksi dinamika antarwahana. Pengembangan spacer sedang berlangsung di Marshall Space Flight Center, Alabama.
Strategi orbit dan jadwal peluncuran
Setelah mencapai orbit Bumi rendah, sistem layanan Orion akan membantu menstabilkan orbit misi. Skema orbit ini dipilih karena dinilai meningkatkan peluang keberhasilan operasi. Selain itu, pendekatan ini memberi fleksibilitas jadwal peluncuran bagi masing-masing elemen yang terlibat.
Kolaborasi dan langkah berikutnya
Artemis III juga dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama antara NASA dan mitra komersial. Setelah uji rendezvous-docking ini berhasil, NASA berencana mengirimkan astronot ke permukaan Bulan pada misi Artemis IV, yang menjadi tahap berikutnya dalam program kembali ke Bulan.
Dengan kompleksitas teknis dan koordinasi multi-pihak, Artemis III menjadi titik kunci persiapan misi pendaratan berawak selanjutnya. Keberhasilan uji ini akan menentukan kelancaran langkah-langkah berikutnya dalam program Artemis.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Parker Solar Probe Dekati Matahari, Capai 430 Ribu Mil/Jam
Parker Solar Probe mendekati Matahari 4 Sept 2026, melintas 6,1 juta km dan mencapai 430 ribu mil/jam sambil...
NASA Tambah Roket Terran R ke Kontrak Peluncuran NLS II
NASA menambahkan layanan peluncuran Terran R ke kontrak NLS II melalui ketentuan on-ramp, memperluas opsi pe...
Merkurius Menyusut Lebih Cepat, Inti Planet Terungkap
Merkurius menyusut 10–30% lebih cepat, dengan diameter hampir 19 km, mengungkap petunjuk baru tentang ukuran...
Telkomsat Luncurkan VSAT STAR, Jaga Konektivitas Kapal di Tengah Laut
Telkomsat meluncurkan VSAT STAR, layanan satelit hingga 200 Mbps per site untuk menjaga konektivitas kapal t...
NASA Bentuk Akademi Antariksa AS, 300 Siswa Ditargetkan 2028
NASA mulai membentuk United States Space Academy; 300 siswa pertama direncanakan menempati fasilitas sementa...
Satelit NASA Rekam Badai Debu di Mali, Partikel Meluas ke Atlantik
Satelit Terra NASA merekam badai debu di Mali pada 5 September 2026; partikel bergerak ke barat hingga Samud...