Armuji Minta Maaf di HJKS ke-733, Paparkan Capaian Pembangunan Surabaya
SURABAYA — Pelaksana Harian Wali Kota Surabaya Armuji menyampaikan permintaan maaf sekaligus memaparkan capaian pembangunan saat Upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Minggu (31/5/2026) di Halaman Balai Kota. Ia menilai pembangunan belum sepenuhnya memenuhi harapan warga, meski sejumlah indikator menunjukkan hasil positif.
Cerita singkat dan makna peringatan
Armuji menekankan bahwa HJKS bukan sekadar seremoni tahunan. Peringatan ini menjadi momen refleksi atas perjalanan kota yang tumbuh melalui gotong royong dan kebersamaan warga.
"Kami menyadari bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah kota belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh harapan warga Surabaya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga,"
Ia juga mengingatkan bahwa kejayaan Surabaya merupakan hasil kerja kolektif, bukan usaha satu pihak.
Tema HJKS: Pancasila sebagai pijakan
Pada HJKS ke-733, Pemkot mengangkat tema "Pancasila Kuat, Surabaya Hebat". Menurut Armuji, tema ini mengingatkan bahwa pembangunan harus berakar pada nilai Pancasila dalam praktik sehari-hari.
"Pancasila bukan hanya dibaca dalam upacara, tetapi harus hidup dalam tindakan sehari-hari," tegasnya.
Capaian sektor kesehatan
Pemkot memperkuat layanan kesehatan dengan beberapa program dan infrastruktur. Upaya tersebut mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya mencapai 85,65, tertinggi di Jawa Timur.
- Tiga rumah sakit umum daerah;
- Program satu RW satu tenaga kesehatan;
- Satu ambulans untuk setiap puskesmas;
- Integrasi layanan primer di 153 kelurahan;
- 2.191 Posyandu Keluarga.
Prevalensi stunting juga berhasil ditekan hingga 0,59 persen pada 2025.
Pendidikan dan beasiswa
Di bidang pendidikan, Pemkot memperluas akses belajar selama 13 tahun serta memperkuat program beasiswa dan pendidikan inklusif lewat Rumah Anak Prestasi (RAP). Program Beasiswa Pemuda Tangguh telah menjangkau 16.801 siswa SMA/SMK/MA dan 5.874 mahasiswa.
Armuji mengatakan pemerintah akan memfokuskan kebijakan pada akses pendidikan tinggi bagi anak keluarga miskin agar pendidikan menjadi jalan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Perkembangan ekonomi
Secara ekonomi, Surabaya mencatat pertumbuhan 5,87 persen pada 2025 dengan PDRB mencapai Rp830,54 triliun. Tingkat kemiskinan turun menjadi 3,56 persen, sementara inflasi terkendali di 2,96 persen.
Menurut Armuji, angka-angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi kota bergerak positif dan Surabaya tetap menjadi motor penggerak perekonomian Jawa Timur.
Lingkungan dan infrastruktur
Pemkot juga memperkuat pengelolaan sampah melalui TPS 3R, rumah kompos, serta pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Pembangunan drainase lebih dari 273 kilometer dan penambahan tujuh rumah pompa menjadi fokus peningkatan layanan perkotaan.
Selain itu, pemasangan 123.366 titik PJU ditujukan untuk meningkatkan pelayanan publik dan keamanan kota.
Penutup: Kolaborasi untuk masa depan
Armuji menutup sambutan dengan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengajak penguatan kampung melalui Kampung Pancasila, balai RW, dan gerakan gotong royong agar tidak ada warga yang tertinggal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo–Megawati Dijadwalkan Bertemu Lagi pada 17 Oktober 2026
Pertemuan lanjutan Prabowo dan Megawati direncanakan 17 Oktober 2026 setelah pertemuan singkat di kediaman M...
DPRD Minta Timsel Independen dalam Seleksi Direksi 5 BUMD Surabaya
DPRD Surabaya minta Timsel independen agar seleksi direksi lima BUMD bebas tekanan politik; pendaftaran dipe...
Raperda APBD 2027 Bondowoso: DPRD Pertanyakan Utang Rp45 Miliar
Wakil Ketua DPRD Bondowoso minta penjelasan rencana utang Rp45 miliar dalam Raperda APBD 2027, termasuk tuju...
PDI-P Minta Penjelasan Urgensi Audit Forensik BPKH
Wakil Ketua Komisi VIII minta Kemenag jelaskan dasar urgensi audit forensik BPKH agar pengawasan berbasis fa...
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...