Ansari Ajak Warga Pamekasan Periksa dan Perbarui Data Sosial Ekonomi
PAMEKASAN — Anggota Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura, Hj. Ansari, menggelar reses dan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan, Gladak Anyar, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan itu dimanfaatkan untuk menampung keluhan warga dan mendorong pemutakhiran data sosial ekonomi.
Reses dan sosialisasi sebagai wadah aspirasi
Dalam reses, Ansari bertemu langsung dengan warga untuk menyosialisasikan nilai-nilai kebangsaan sekaligus menerima masukan terkait pelayanan publik. Pertemuan berlangsung tertib dan dihadiri sejumlah tokoh lokal serta masyarakat setempat.
Keluhan soal data dan desil
Peserta reses menyampaikan keluhan bahwa data sosial ekonomi, terutama klasifikasi desil, belum mencerminkan kondisi riil di lapangan. Menurut warga, ketidakcocokan data berpotensi menghambat akses bantuan dan program sosial.
Ansari menilai pemutakhiran data penting agar data yang tercatat di sistem sesuai dengan realitas. Ia meminta masyarakat aktif memeriksa statusnya dan melaporkan ketidaksesuaian.
Imbauan menjaga dokumen kependudukan
Selain mendorong pembaruan data, Ansari menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan dokumen kependudukan, terutama Kartu Tanda Penduduk.
Jangan hanya menunggu. Masyarakat juga perlu mengecek data desilnya. Kalau ada yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, harus disampaikan untuk dilakukan pemutakhiran
Ia memperingatkan agar KTP tidak dipinjamkan atau diberikan kepada pihak lain karena data kependudukan dapat dipakai untuk berbagai keperluan.
KTP itu identitas pribadi. Jangan mudah dipinjamkan atau diberikan kepada orang lain. Kita harus berhati-hati karena data kependudukan bisa digunakan untuk berbagai keperluan
Peran bersama pemerintah dan masyarakat
Ansari menegaskan bahwa pembenahan data bukan hanya tugas pemerintah. Pemerintah berkewajiban melakukan verifikasi dan pembaruan, sementara masyarakat harus memastikan informasi yang tercatat benar.
Data yang akurat, menurutnya, krusial agar program bantuan dan kebijakan publik tepat sasaran. Ia mendorong warga untuk memanfaatkan mekanisme pembaruan data bila menemui ketidaksesuaian.
Dengan data yang lebih valid, pelaksanaan program sosial dinilai dapat lebih efektif dan tepat sasaran, sekaligus meminimalkan penyalahgunaan dokumen kependudukan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Pemkab Bangkalan Dapatkan Dukungan Pusat untuk Rehabilitasi 180 Sekolah
Pemkab Bangkalan mendapat dukungan anggaran pusat untuk rehabilitasi hampir 180 sekolah, fokus pada standar...
Warga Silo Tangis di DPRD Jember, Tolak Rencana Pembangunan Yon TP
Warga Silo menangis di DPRD Jember menolak rencana pembangunan Yon TP, menuntut pembatalan dan kepastian ata...
Pemkab Kediri Perkuat Peremajaan Mangga Podang setelah Raih Sertifikat IG
Pemkab Kediri memperkuat peremajaan dan edukasi petani untuk menjaga kualitas mangga podang Lereng Wilis set...
Krisis Air Bersih di Bojonegoro: Truk Tangki Bantu Dua Desa
Warga dua desa di Kedewan, Bojonegoro, alami krisis air bersih. Truk tangki dari PDI Perjuangan datang 18 Se...
DPRD Malang Luncurkan Warung Kopi Perda untuk Perkuat Komunikasi
DPRD Kabupaten Malang meluncurkan Warung Kopi Perda (17/9/2026) sebagai ruang santai untuk akses Perda dan s...
PDI Perjuangan Minta Pemerintah Tangani Kekeringan dan Karhutla di Situbondo
PDI Perjuangan Jatim minta pemerintah dan kader bersinergi tangani karhutla dan kekeringan di Situbondo sert...