Ekonomi

KAI Angkut 146.617 Ton Retail Jan–Jul 2026, Naik 19,6%

Bagikan:
Kereta barang KAI mengangkut logistik retail di rel

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut 146.617 ton barang retail pada periode Januari–Juli 2026, naik 19,59 persen dalam dua tahun. Data resmi yang dirilis pada 7 Agustus 2026 menyebutkan kenaikan itu setara dengan penambahan sekitar 24 ribu ton pada jaringan rel. Peningkatan ini dianggap penting untuk mendukung distribusi barang antarkota dan kelangsungan usaha.

Data angkutan dan pertumbuhan

Volume pengangkutan retail KAI sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai 146.617 ton. Realisasi ini meningkat dibandingkan angka tahun sebelumnya yang tercatat 141.541 ton.

Periode Volume (ton) Keterangan
Jan–Jul 2026 146.617 Naik 19,59% dibanding dua tahun sebelumnya
Tahun 2025 141.541 Angka dasar perbandingan

Peran KAI dalam ekosistem logistik

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan bahwa angkutan retail adalah bagian krusial dari rantai pasok. Layanan B2B KAI bekerja sama dengan mitra logistik untuk menggerakkan barang antar kota.

"Bagi sebuah usaha, pengiriman barang adalah bagian dari keberlangsungan bisnis. Ada produk yang harus sampai kepada pembeli, bahan usaha yang harus tersedia, serta perputaran ekonomi yang bergantung pada distribusi," ujar Anne.

Menurut Anne, literasi logistik perlu ditingkatkan agar setiap bagian rantai distribusi bekerja lebih efisien dan usaha dapat berjalan lebih sehat.

Efisiensi, target biaya, dan peran moda

Anne juga menyorot pentingnya integrasi moda. Ia menyatakan tidak semua barang idealnya dibawa kereta, melainkan perlu sistem yang menempatkan moda pada fungsi paling efisien.

"Kereta api memiliki kapasitas untuk memperkuat perjalanan utama, sementara moda lain melanjutkan distribusi sampai ke titik pelanggan," kata Anne.

Pemerintah menargetkan penurunan biaya logistik nasional dari 14,29% menjadi 12,5% pada 2029, dan proyeksi jangka panjang sampai 8% pada 2045. Bank Dunia menilai investasi pada logistik rel dapat menekan biaya transportasi dan emisi.

Rencana KAI dan implikasi ekonomi

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan komitmen memperluas integrasi distribusi dengan kawasan industri. Langkah ini dimaksudkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang usaha antarkota.

"Ketika sebuah produk dari satu kota dapat mencapai pasar di kota lain dengan rantai distribusi yang semakin baik, di sana ada kesempatan usaha yang ikut terbuka," kata Wisnu Pramudya.

Penguatan logistik berbasis rel diharapkan meningkatkan daya saing produk melalui efisiensi distribusi dan memberi manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait