DPR Kritik Anggaran RRI: Prioritaskan Pelayanan Publik
Anggota Komisi VII DPR, Putra Nababan, mengkritik postur anggaran LPP RRI yang dinilai timpang dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR RI, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026. Ia menyorot besaran anggaran manajemen sebesar Rp931 miliar berbanding hanya Rp15 miliar untuk program penyiaran, dan meminta agar RRI mengutamakan pelayanan publik dibandingkan beban pegawai.
Kritik DPR terhadap postur anggaran
Putra menilai rasio alokasi anggaran menunjukkan masalah orientasi pengelolaan. Menurutnya, sebagian besar anggaran terserap untuk manajemen dan pegawai sehingga program penyiaran kehilangan prioritas.
“Yang ingin saya stressing adalah, kalau kita melihat dari anggaran yang dipaparkan oleh RRI, ini kita lihat tanggungan dari belanja pegawainya itu luar biasa besar. Rp931 miliar untuk manajemen, sementara untuk programnya Rp15 miliar,”
Ia pun mempertanyakan fungsi RRI jika prioritas anggaran lebih banyak untuk remunerasi ketimbang pelayanan kepada masyarakat.
Tanggapan Direktur Utama RRI
Direktur Utama LPP RRI, Hendrasmo, membalas bahwa postur anggaran tersebut merupakan alokasi yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan. Meski demikian, ia menegaskan komitmen RRI untuk tetap memaksimalkan pelayanan.
“Ini sebenarnya adalah feedback bagi kami untuk terus melakukan inovasi guna mendongkrak PNBP. Namun kami juga berterima kasih atas apresiasi DPR terhadap transformasi digital RRI,”
Hendrasmo menyatakan kritik DPR menjadi masukan penting untuk meningkatkan pendapatan nonpajak dan efisiensi layanan.
Data capaian dan perkembangan layanan RRI
Untuk mendukung klaim transformasi, RRI memaparkan sejumlah capaian digital yang menunjukkan peningkatan jangkauan dan interaksi publik.
- Sekitar 46% pendengar radio di Indonesia disebut pendengar RRI.
- Jumlah pengunjung layanan streaming RRI mencapai lebih dari 55 juta.
- Pengguna aktif layanan streaming melampaui 20 juta.
- Lebih dari 45% pegawai core business telah mengikuti uji kompetensi.
"Komunitas digital yang dikelola RRI terus bertumbuh setiap tahun. Program pengembangan kompetensi pegawai juga dinilai berjalan cukup efektif,"
Hendrasmo menambahkan bahwa indikator kinerja tata kelola RRI menunjukkan tren perbaikan meski anggaran terbatas.
Implikasi dan langkah ke depan
Pertemuan itu menegaskan harapan DPR agar lembaga penyiaran publik seperti RRI, TVRI, dan ANTARA menempatkan posisi negara di atas kepentingan politik atau birokrasi. DPR meminta alokasi anggaran dievaluasi agar layanan publik menjadi tujuan utama.
RRI menyatakan akan menggunakan masukan untuk mempercepat inovasi dan meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui pengembangan layanan digital. Langkah konkret yang disorot adalah peningkatan kompetensi staf, pengembangan platform streaming, dan upaya efisiensi manajemen.
Masalah alokasi anggaran ini dipandang penting karena menentukan kemampuan LPP RRI menyediakan layanan informasi dan pendidikan publik yang maksimal di masa mendatang.
Berita Terkait
Diresmikan Prabowo: Profil RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui
Presiden Prabowo meresmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui di Pesisir Barat pada 10 Juni 2026; tipe C, 137 t...
Pertamina Luncurkan Kapal Otomatis Bersihkan 21 Ton Sampah
Pertamina meluncurkan kapal robotik otomatis "Autonomous Trash Skimmer" di Bali (10 Juni 2026) untuk members...
Kementerian PU Bangun Paralympic Training Center Berstandar Internasional
Kementerian PU membangun Paralympic Training Center berstandar internasional senilai Rp421,9 miliar untuk me...
Resmikan RSUD Krui, Prabowo Tegaskan Perbaikan Layanan Kesehatan
Presiden Prabowo meresmikan RSUD K.H Muhammad Thohir di Krui (10/6/2026) dan janji renovasi ratusan rumah sa...
Langsa Serahkan Hibah Tanah ke LPP RRI untuk Studio Produksi
Pemkot Langsa menyerahkan hibah tanah 400 m2 kepada LPP RRI untuk membangun studio produksi, guna memperlanc...
Prabowo Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir di Krui
Presiden Prabowo meresmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir di Krui untuk memperluas akses layanan kesehatan dan m...