DPRD Soroti Turunnya Anggaran BPBD Jember 2026 di Tengah El Nino
JEMBER — Anggota Komisi D DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho menyoroti penurunan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember tahun 2026 di tengah ancaman El Nino yang meningkatkan risiko kekeringan. DPRD meminta penjelasan terkait selisih anggaran dan mendorong penguatan mitigasi serta kesiapsiagaan bencana.
Penurunan anggaran dan data pagu
Berdasarkan data yang disampaikan Wahyu, anggaran BPBD Jember pada 2024 tercatat sebesar Rp13 miliar dengan realisasi Rp10,5 miliar. Pada 2025 anggaran naik menjadi Rp14 miliar.
Namun pada 2026 alokasi anggaran turun menjadi Rp8.552.736.168. Angka ini memicu pertanyaan Dewan karena ancaman kekeringan diperkirakan meningkat.
| Tahun | Anggaran (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|
| 2024 | 13.000.000.000 | Realisasi Rp10,5 miliar |
| 2025 | 14.000.000.000 | Alokasi meningkat |
| 2026 | 8.552.736.168 | Penurunan signifikan |
Perbedaan anggaran efektif
Wahyu juga mempertanyakan perbedaan antara pagu dan anggaran efektif yang dapat digunakan. Dari total pagu Rp8,55 miliar, menurut keterangan yang diterimanya, anggaran efektif hanya sekitar Rp7,59 miliar.
“Yang pertama, hilangnya sekitar Rp1 miliar itu ke mana? Tidak ada keterangan yang jelas,” ujar Wahyu pada Selasa (16/6/2026).
Ancaman kekeringan dan daerah rawan
Politisi yang akrab disapa Nuki itu mengingatkan sejumlah kecamatan yang selama ini termasuk rawan kekeringan, seperti Patrang, Sumbersari, Kalisat, Rambipuji, Mayang, dan Tempurejo. Ia menilai risiko akan meningkat jika El Nino menurunkan curah hujan.
Situasi ini menurut DPRD membutuhkan program mitigasi dan kesiapsiagaan yang memadai agar dampak kekeringan terhadap pasokan air dan pertanian bisa diminimalkan.
Dorongan penguatan mitigasi dan koordinasi
DPRD meminta transparansi struktur penganggaran agar penanggulangan bencana berjalan optimal. Selain itu, DPRD mendesak penguatan koordinasi lintas sektor.
Wahyu mendorong sinergi antara BPBD, Destana (Desa Tangguh Bencana), Perhutani, pemerintah kecamatan, dan instansi terkait agar respons terhadap bencana lebih cepat.
Imbauan kepada masyarakat
Selain mengawasi anggaran, DPRD mengimbau masyarakat berperan aktif. Warga diminta menjaga kelestarian lingkungan, merawat sumber mata air, dan menghindari pembukaan lahan dengan pembakaran yang memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah kecamatan apabila mulai terjadi kekeringan di wilayahnya sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” kata Wahyu.
Tindak lanjut DPRD
Komisi D memastikan akan terus mengawal kesiapan pemerintah daerah menghadapi musim kemarau termasuk memastikan kebijakan dan alokasi anggaran kebencanaan mendukung perlindungan masyarakat di wilayah rawan terdampak.
Informasi publik terkait rencana dan alokasi anggaran dapat dilihat pada tautan publikasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...