Ana/Trias Runner-up Australian Open 2026, Kalah 22-24 & 13-21
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari finis sebagai runner-up Australian Open 2026 setelah kalah dari unggulan pertama asal China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, 22-24, 13-21 pada Minggu, 14 Juni 2026 di Quaycentre, Sydney. Pertandingan berlangsung selama 59 menit dan menjadi pertemuan kedua yang berakhir untuk pasangan Indonesia itu.
Ringkasan pertandingan
Pada gim pertama, Ana/Trias sempat memegang kendali dan unggul hingga 16-11. Namun Jia/Zhang berhasil mengejar dengan mencetak empat poin beruntun dan memaksa laga ke setting. Setting berlangsung sampai tiga kali sebelum pasangan China menutup gim pertama 24-22.
Di gim kedua, Jia/Zhang tampil lebih dominan. Setelah kedudukan sempat imbang 7-7, mereka melancarkan rangkaian poin yang membuat jarak semakin lebar, mengambil interval, dan mempertahankan keunggulan hingga kemenangan akhir 21-13.
Kunci keputusan
Perbedaan muncul pada menit-menit krusial, ketika Ana/Trias kehilangan ketenangan pada poin-poin akhir gim pertama. Kombinasi pengalaman dan agresivitas Jia/Zhang pada gim kedua membuat pasangan Indonesia kesulitan mengejar.
Reaksi pemain
Febriana, 25 tahun, mengakui bahwa kesempatan sempat ada, namun tekanan pada momen kritis membuat permainan berubah.
"Di gim pertama tadi memang dari awal kami sebenarnya sudah pegang permainan. Tapi pada saat poin-poin kritis itu butuh ketenangan yang lebih lagi dan lebih sabar lagi."
"Kami malah jadi terburu-buru ketika unggul. Di gim kedua coba lagi tapi mereka sudah lebih siap."
Ana menyoroti area yang harus diperbaiki untuk ke depan, menekankan keberanian dan ketenangan saat menyelesaikan poin.
"Ke depan yang harus ditingkatkan dari segi keyakinan dan lebih nekat, sabar dan tenangnya juga serta fokus di poin-poin akhir."
Meilysa menyatakan hasil ini tetap berharga meski belum memenuhi target peningkatan prestasi. Ia berharap pengalaman di turnamen besar memberi momentum positif.
"Kami tetap mensyukuri hasil ini walaupun belum bisa upgrade. Positifnya di sini kami dapat suasana dan hawa pertandingannya, semoga ke depan bisa seperti ini terus."
Implikasi dan langkah berikutnya
Kegagalan di final memberi pelajaran pengalaman bagi Ana/Trias menghadapi pasangan top dunia, terutama dalam mengelola tekanan di poin-poin akhir. Pasangan ini kemungkinan akan fokus pada latihan mental dan keberanian menyerang untuk meningkatkan konversi peluang di turnamen mendatang.
Berita Terkait
Irankunda Jadi Pembeda, Australia Unggul 1-0 atas Turki
Nestory Irankunda membawa Australia unggul 1-0 atas Turki lewat gol pada menit ke-27 di Stadion BC Place, Va...
Rieke Dukung 'Tim Kemanusiaan' untuk Piala Dunia 2026
Rieke Diah Pitaloka mendukung 'tim kemanusiaan' di Piala Dunia 2026 dan mengusulkan pesan perdamaian disisip...
Rieke Diah: Jangan Lupakan Pengungsi dan Pekerja Migran
Rieke Diah mendesak FIFA dan panitia Piala Dunia 2026 untuk tak melupakan pengungsi, pekerja migran, dan kom...
Alanis Morissette & Michael Bublé Hibur Pembukaan Piala Dunia 2026
Alanis Morissette dan Michael Bublé tampil di upacara pembukaan Piala Dunia 2026 di Toronto sebelum laga Kan...
Rieke Minta RRI Sajikan Liputan Humanis Piala Dunia 2026
Rieke apresiasi siaran 24 jam RRI dan minta liputan humanis Piala Dunia 2026, melibatkan anak, perempuan, da...
Peluang Duel Ronaldo vs Messi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 masih menyimpan peluang duel Ronaldo vs Messi, dari fase gugur sampai final pada 19 Juli 20...