Ekonomi

Pengusaha Tahu di Mahakam Ulu Hemat Bahan Pakai Air Penggumpal

Bagikan:
Produsen tahu uap di Mahakam Ulu menggunakan air penggumpal untuk proses produksi

Pengusaha tahu di Kabupaten Mahakam Ulu menerapkan praktik efisiensi dengan menggunakan kembali air penggumpal atau biang tahu selama produksi rutin untuk menjaga kualitas dan menghemat bahan baku. Praktik ini dilaporkan oleh Arul, pelaku usaha tahu uap, pada Kamis, 30 Juli 2026.

Praktik penggunaan kembali air penggumpal

Arul menjelaskan bahwa air penggumpal merupakan bahan penting untuk membantu pembentukan tahu. Ia mengatakan air ini masih dapat dipakai berulang jika produksi berlangsung secara rutin dan pengelolaan dilakukan dengan benar.

Sebelum digunakan kembali, sari kedelai yang mengandung endapan harus dibiarkan mengendap. Selanjutnya, air dipisahkan dari sari tersebut sebelum masuk ke tahap pencetakan dan pengepresan. Langkah ini membantu menjaga tekstur dan konsistensi tahu yang dihasilkan.

Aturan kebersihan dan batas penggunaan

Meski berguna, Arul menekankan pentingnya menjaga kualitas air penggumpal agar tahu aman dikonsumsi. Ia memberi batas waktu pemakaian sebagai pedoman operasional usaha kecilnya.

"Kalau kami sering produksi, air penggumpal ini masih bisa dipakai lagi dan disimpan. Tapi kalau tiga hari tidak produksi, airnya harus dibuang karena sudah tidak layak dipakai,"

Dengan aturan ini, pelaku usaha berusaha menekan risiko kontaminasi mikroba sekaligus mempertahankan mutu produk. Kebersihan proses produksi tetap menjadi prioritas utama.

Manfaat efisiensi bagi usaha tahu

Pemanfaatan kembali air penggumpal membantu menekan biaya operasional bahan baku. Selain itu, praktik ini mendukung konsistensi proses sehingga hasil tahu lebih seragam dari satu kali produksi ke produksi berikutnya.

Namun, Arul juga menekankan bahwa efisiensi tidak boleh mengorbankan standar higienis. Proses yang higienis dianggap sebagai kunci untuk menghasilkan tahu yang aman dan berkualitas.

Implikasi dan langkah ke depan

Praktik sederhana seperti penggunaan kembali air penggumpal dapat menjadi model bagi produsen tahu skala kecil lain. Ke depan, penerapan standar kebersihan dan pelatihan praktis tentang pengelolaan biang tahu dapat membantu meningkatkan mutu produk sekaligus menekan limbah.

Dengan kombinasi efisiensi dan kebersihan, pelaku usaha tahu di daerah seperti Mahakam Ulu dapat mempertahankan kualitas sekaligus mengoptimalkan biaya produksi.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait