Wawali Dorong Realisasi POT Kawalu untuk Genjot Ekonomi Lokal
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menargetkan percepatan realisasi Pasar Online Tasikmalaya (POT) di Kecamatan Kawalu, Kamis 30 Juli 2026. Langkah ini dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi ekonomi Kawalu, termasuk industri bordir, kuliner, dan pariwisata, sehingga menciptakan perluasan pasar dan lapangan kerja.
Potensi ekonomi Kawalu
Kawalu memiliki beragam potensi usaha yang sudah dikenal luas di Kota Tasikmalaya. Area ini mencakup sektor kriya, kuliner khas, dan atraksi wisata yang bisa dipasarkan secara digital. Potensi tersebut menjadi alasan utama di balik dorongan pembangunan POT Kawalu.
- Industri bordir rumah tangga yang tersusun dalam jejaring usaha lokal.
- Kuliner khas seperti kupat tanjung yang pernah meraih rekor nasional.
- Objek wisata alam, misalnya lokasi arung jeram dan jalur offroad.
“Banyak ya, disini sudah dikenal dengan rumah industri bordir. Untuk makanan, kawalu juga dikenal dengan kupat tanjung yang berhasil meraih rekor MURI, belum lagi ada lokasi wisata arung jeram dan tempat offroad,”
Pengusaha lokal dan cerita kebangkitan
Wawali menyorot tumbuhnya pengusaha sukses dari Kawalu sebagai indikator kesiapan pasar lokal. Beberapa pelaku usaha menerima penghargaan atas prestasi mereka. Contoh yang disebut adalah H. Ipit, pengusaha bordir yang sempat terpuruk saat pandemi lalu berhasil bangkit kembali.
“Iya seperti hari ini. Saya bertemu dengan salah seorang pengusaha bordir H.Ipit. Beliau sempat jatuh saat covid dan berhasil bangkit. Bahkan membangun masjid di kawalu ini,”
Manfaat POT untuk ekonomi dan ketenagakerjaan
Penerapan POT Kawalu diharapkan membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku UMKM dan pelaku wisata. Model pasar online juga berpotensi meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal dan memperkuat jaringan distribusi. Pemerintah daerah memandang inisiatif ini sebagai upaya strategis pemulihan dan penguatan ekonomi lokal.
“Maka, dengan potensi yang ada, POT Kawalu bisa segera terealisasi. Iya ini agar ada perluasan pasar yang lebih luas, dan berdampak terhadap ekonomi termasuk ketenagakerjaannya,”
Prospek dan langkah selanjutnya
Ke depan, realisasi POT mensyaratkan koordinasi antara pemerintah kecamatan, pelaku usaha, dan penyedia platform digital. Jika terealisasi, Kawalu berpeluang menjadi contoh pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Pemantauan implementasi dan dukungan pelatihan bagi UMKM akan menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...