DPRD Bojonegoro Kawal Distribusi Air Bersih Hadapi Krisis
BOJONEGORO — Natasha Devianti, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, turun langsung mengawal penyaluran air bersih rutin untuk merespons krisis air yang melanda beberapa kecamatan. Aksi ini berlangsung melalui koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro dan DPC PDI Perjuangan setempat pada pertengahan September 2026.
Langkah cepat dilakukan agar pasokan air sampai ke titik-titik yang paling membutuhkan. Pengiriman air dijadwalkan setiap hari ke berbagai desa terdampak, termasuk kegiatan distribusi ke wilayah Sumberrejo pada Selasa (15/9/2026).
Koordinasi di lapangan dan penyaluran air
Natasha menjelaskan timnya bergerak bersama BPBD dan jajaran partai untuk memastikan kiriman air terus mengalir. Mereka menyiapkan rute harian sesuai kondisi lapangan dan daftar desa yang paling parah mengalami kekeringan.
"Kita juga sudah koordinasi dengan BPBD. Jadi, biar ada kiriman air terus,"
Selain mengawal distribusi, tim meminta pemerintah desa memberi laporan cepat bila muncul titik-titik baru yang membutuhkan dropping air. Pendekatan ini dimaksudkan agar respons lebih terarah dan tidak terjadi tumpang tindih bantuan.
Data wilayah terdampak
BPBD Bojonegoro mencatat kenaikan signifikan wilayah terdampak kekeringan dalam beberapa minggu terakhir. Perbandingan data menunjukkan peningkatan luas dan kebutuhan distribusi.
| Periode | Jumlah Desa | Jumlah Kecamatan |
|---|---|---|
| 31 Agustus 2026 | 30 desa | 13 kecamatan |
| 14 September 2026 | 72 desa | 18 kecamatan |
Hingga laporan terakhir, BPBD telah memfasilitasi 418 kali dropping air bersih ke berbagai titik terdampak. Angka ini meningkat seiring meluasnya area kekeringan.
Antisipasi BPBD dan imbauan penggunaan air
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, memperingatkan kondisi berpotensi makin luas. Prediksi cuaca menunjukkan musim kemarau bisa berlanjut hingga Desember 2026 atau bahkan Januari 2027.
"Masih berpotensi meluas. Prediksi kemarau masih berlangsung hingga Desember nanti, atau Januari,"
BPBD terus memantau desa-desa rawan dan meminta peran aktif pemerintah desa dalam melaporkan penurunan sumber air. Selain itu, ada imbauan kepada warga untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.
Ke depan, pemerintah daerah dan organisasi relawan akan menyesuaikan pola distribusi berdasarkan laporan lapangan. Upaya bersama ini diharapkan meredam dampak krisis sambil menunggu kondisi musim kembali normal.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...
Soekarno Run Blitar: Partai Diminta Buka Ruang untuk Anak Muda
Deni Wicaksono minta partai buka ruang bagi pemuda lewat Soekarno Run dan kegiatan olahraga di Blitar untuk...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Tempursari
PDI Perjuangan Lumajang menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Tempursari pada 7 November 2026 sebagai...
PDI Perjuangan Jember Gunakan Nobar dan Buku untuk Pendidikan Politik
DPC PDI Perjuangan Jember menggabungkan nobar film dan pembagian buku untuk pendidikan politik yang merangku...