Nasional

AHY Soroti Ketimpangan Air dan Pencemaran Sungai

Bagikan:
AHY berbicara pada pembukaan Indo Water 2026 tentang ketimpangan air dan pencemaran sungai

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menggarisbawahi ketimpangan ketersediaan air dan tingginya pencemaran sungai saat membuka Indo Water 2026 di Jakarta, Selasa 11 Agustus 2026. AHY memperingatkan Jawa menampung lebih dari separuh penduduk namun hanya memiliki sekitar 4,5 persen potensi air permukaan, sementara sekitar 70 persen sungai di Indonesia dilaporkan tercemar. Pemerintah menargetkan akses air pipanisasi rumah tangga mencapai 51,36 persen pada 2029 dan meningkat ke 100 persen pada 2045.

Ketimpangan ketersediaan air dan risiko kekeringan

AHY menekankan ketimpangan distribusi air antarpulau sebagai tantangan utama ketahanan air nasional. Ia mengingatkan perlunya antisipasi ancaman kekeringan saat musim kemarau berbarengan dengan fenomena El Niño, yang dapat menurunkan produktivitas pertanian dan ketersediaan air bersih.

Kualitas sungai dan target akses air minum

Selain ketersediaan, kualitas air menjadi sorotan. AHY menyebut sekitar 70 persen sungai telah tercemar, yang berdampak pada kesehatan publik dan ketahanan pangan.

Untuk memperbaiki akses, pemerintah mendorong pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional dan perluasan sambungan rumah. Pemerintah juga memperkuat kelembagaan, regulasi, pembiayaan, serta penerapan sanitasi aman untuk mendukung target akses pipanisasi.

Solusi teknologi dan kolaborasi

AHY mendorong pemanfaatan teknologi sebagai solusi mengatasi ketimpangan air. Teknologi yang disebut meliputi:

  • desalinasi air laut,
  • pengolahan air payau,
  • pemanfaatan air tanah dalam,
  • teknologi air tawar bawah laut.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—pemerintah, dunia usaha, industri, dan penyedia teknologi—untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi tersebut.

"Ketahanan air menjadi salah satu prioritas pemerintah bersama ketahanan pangan dan energi,"

"Kalau pun masih ada yang belum bisa diimplementasikan langsung, kita bisa memulai dengan melakukan penelitian bersama,"

"Kita bisa mencari solusi dengan sejumlah teknologi yang sudah available, yang sudah tersedia. Kita bisa melakukan joint research, joint production,"

Indo Water 2026: platform teknologi dan investasi

AHY menyampaikan pernyataan itu pada pembukaan Indo Water 2026 Expo and Forum yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran. acara ini menjadi wadah pameran teknologi dan praktik pengelolaan air serta limbah.

Menurut Managing Director PT Napindo Media Ashatama, lebih dari 700 peserta dari 23 negara menempati area sekitar 20 ribu meter persegi pada penyelenggaraan Indo Water ke-20 tahun ini.

"Lebih dari 700 peserta pameran dari 23 negara yang menempati area seluas 20 ribu meter persegi. Capaian ini adalah capaian tertinggi selama Indo Water terselenggara,"

Arya Seta menambahkan bahwa pameran bukan hanya pertukaran teknologi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan investasi di sektor air.

Dengan target capaian akses pipanisasi dan dorongan pada riset serta produksi teknologi air, pemerintah berharap ketimpangan ketersediaan dan pencemaran sungai bisa diminimalkan melalui pendekatan terpadu antara kebijakan, investasi, dan inovasi teknologi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait