Lokal

Aceh Besar Dukung SRT 3 Perluas Akses Pendidikan

Bagikan:
Open house Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 di Gampong Tumbo, Aceh Besar

KOTA JANTHO, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tiga (SRT 3) Provinsi Aceh. Pernyataan itu disampaikan saat open house SRT 3 di Gampong Tumbo, Kecamatan Kuta Malaka, Sabtu (17/10), sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dukungan pemerintah daerah

Staf Ahli Bupati Aceh Besar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Fata Muhammad, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ia menilai program ini penting untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan inklusif dan penguatan karakter.

"Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun kondisi sosial keluarganya, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas," ujar Fata Muhammad.

Fata menegaskan SRT 3 bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pengembangan bakat. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan mendukung agar anak dari keluarga kurang mampu tidak kehilangan kesempatan meraih cita-cita.

Data siswa dan visi SRT 3

Kepala SRT 3 Provinsi Aceh, Sri Amalia, menyatakan sekolah ini hadir untuk mendorong perubahan kehidupan keluarga miskin lewat pendidikan berkualitas. Menurutnya, setelah berjalan sekitar satu tahun, SRT 3 kini memiliki 425 siswa pada berbagai jenjang pendidikan.

Jumlah tersebut, menurut Sri Amalia, terdiri atas 30 siswa jenjang SD, 170 siswa jenjang SMP, dan 275 siswa jenjang SMA. Ia menekankan bahwa setiap anak berpeluang berkembang jika memperoleh akses pendidikan berkualitas.

"Setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi, jika memiliki kesempatan mengakses pendidikan berkualitas, akan mampu berkembang dan bersaing setara dengan anak-anak lainnya," kata Sri Amalia.

Pesan untuk siswa, guru, dan orang tua

Fata memberi pesan agar siswa memanfaatkan kesempatan belajar, menghormati guru, dan menaati peraturan sekolah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan ditentukan oleh kemauan belajar, disiplin, dan ketekunan—bukan semata latar belakang keluarga.

"Kesuksesan tidak selalu ditentukan dari mana kita berasal, tetapi juga oleh seberapa besar kemauan kita untuk belajar, berjuang, dan memperbaiki diri," tegasnya.

Sri Amalia menambahkan sekolah tidak hanya mengajarkan baca-tulis-hitung, tetapi juga menanamkan moral, karakter, dan rasa percaya diri. Ia meminta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan elemen masyarakat agar upaya ini berdampak jangka panjang.

Open house dan partisipasi publik

Open house menjadi momen memperkenalkan proses pendidikan SRT 3 kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri perwakilan instansi daerah dan tokoh masyarakat, antara lain:

  • Perwakilan Dinas Sosial Aceh
  • Perwakilan Dinas Pendidikan Aceh
  • Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh
  • Staf Ahli dan Asisten I Wali Kota Banda Aceh
  • Unsur Forkopimcam Kuta Malaka dan tokoh masyarakat

Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Muchti, mengatakan, "Saya terharu melihat apa yang telah dipersembahkan anak-anak tadi. Tidak ada kata tidak bisa, semuanya pasti bisa," memberi semangat kepada para siswa.

Dengan sinergi pemerintah daerah, Provinsi, pusat, serta dukungan masyarakat, SRT 3 diharapkan membuka peluang lebih luas bagi anak-anak kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait