ABU Bahas Perlindungan Konten dan AI pada Pertemuan IPLC
Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) menggelar pertemuan Intellectual Property & Legal Committee (IPLC) pada Kamis, 23 Juli 2026, untuk membahas perlindungan konten di tengah pesatnya perkembangan platform digital dan layanan streaming. Pertemuan dihadiri anggota penuh, anggota penuh tambahan, dan anggota asosiasi ABU dari kawasan Asia-Pasifik.
Fokus pembahasan: perlindungan konten dan penegakan hak
Diskusi utama berpusat pada upaya memperkuat perlindungan konten terhadap ancaman pembajakan dan distribusi ulang tanpa izin. Delegasi menyoroti kompleksitas pengelolaan hak kekayaan intelektual yang kian meningkat akibat model distribusi digital dan layanan over-the-top.
Dalam forum itu, peserta membahas mekanisme penegakan hak, standar lisensi, serta strategi untuk menjaga pendapatan dan nilai karya orisinal. Tujuannya agar konten tetap terlindungi meski lanskap media berubah cepat.
Isu utama yang diidentifikasi
- Pembajakan dan distribusi ulang tanpa izin di platform digital.
- Pengelolaan hak kekayaan intelektual yang kompleks antar wilayah.
- Dampak teknologi, termasuk deepfake, terhadap kredibilitas media.
- Kebutuhan model bisnis yang melindungi pendapatan kreator dan penyiar.
AI dan tanggung jawab editorial
Direktur Pemberitaan ABU, Indra Singh, menekankan perlunya keseimbangan dalam pemanfaatan kecerdasan buatan. Menurutnya, AI dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memberikan manfaat publik, asalkan digunakan secara bertanggung jawab.
"Menurut saya, penting bagi Broadcaster untuk menemukan cara yang seimbang menggunakan AI. Kami menggunakan AI, tapi kita menggunakannya dengan bertanggung jawab," — Indra Singh.
Kebijakan penggunaan AI yang dibahas bertujuan agar jurnalis dapat memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan peran manusia dalam verifikasi fakta, etika, dan pengawasan akhir. Peserta menyepakati bahwa kesalahan penggunaan AI berisiko menghasilkan informasi keliru dan konten manipulatif.
Kepercayaan publik dan inovasi
Kepala Layanan Hak Cipta dan Hak Terkait Radio Rumania, Gabriella Dobrescu, mengingatkan bahwa kemajuan teknologi bukan satu-satunya tantangan. Tantangan utama adalah bagaimana institusi media tetap menjaga kepercayaan publik sambil menerima inovasi.
"AI akan terus berkembang dan akan menjadi semakin canggih, tapi tanggung jawab editorial tetap berada di tangan manusia," — Gabriella Dobrescu.
Implikasi dan langkah ke depan
Hasil pertemuan IPLC mempertegas kebutuhan koordinasi lintas negara dan industri untuk memperkuat perlindungan konten digital. ABU diharapkan melanjutkan pembahasan teknis terkait standar lisensi, mekanisme penegakan, serta pedoman etika penggunaan AI dalam beberapa pertemuan berikutnya.
Kesimpulannya, industri penyiaran harus memadukan inovasi teknologi dengan kebijakan perlindungan hak yang tegas agar kreativitas dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Lantik 6 Pangdam dan Resmikan 6 Kodam Baru di HUT ke-81 TNI
Presiden Prabowo melantik enam Pangdam dan meresmikan enam Kodam baru pada HUT ke-81 TNI, menambah jumlah Ko...
Mengapa 5 Oktober Dipilih sebagai Hari Guru Sedunia?
5 Oktober ditetapkan sejak pengesahan Recommendation concerning the Status of Teachers (1966) sebagai dasar...
BGN Minta Pemda Sidak Dapur MBG, Inspeksi Bisa Jam 2-3 Pagi
Kepala BGN Sudaryono minta pemda lakukan sidak dapur MBG, termasuk pada jam 2-3 pagi, untuk pastikan kebersi...
Ombudsman Temukan Kerentanan Pengawasan di Lapas, Minta Perbaikan
Ombudsman RI temukan kerentanan pengawasan dan keamanan di Lapas setelah kunjungan tanpa pemberitahuan; reko...
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI Termasuk 6 Kodam
Presiden Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI pada 5 Oktober 2026, termasuk enam Kodam baru serta penguata...
DVI Polri Gunakan DNA untuk Identifikasi Korban KM Virgo
DVI Polri andalkan pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasi korban KM Virgo; 63 dari 80 jenazah telah terident...