Sumut Bentuk 6.100 Koperasi Desa Merah Putih, 98% Terintegrasi
Medan — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Koperasi dan UKM mempercepat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh provinsi. Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Ady Putra Parlaungan, menyatakan hingga Senin (25/5) telah terbentuk 6.100 badan hukum KDKMP yang tersebar di 33 kabupaten/kota.
Data kunci KDKMP
Dari sisi digitalisasi dan infrastruktur, program ini menunjukkan kemajuan pesat. Sebanyak 98 persen koperasi sudah terintegrasi dalam sistem digital SIMKOPDES. Pemerintah juga sedang membangun puluhan gerai dan fasilitas pendukung di desa-desa.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Total badan hukum KDKMP | 6.100 |
| Integrasi ke SIMKOPDES | 98% |
| Titik lahan dalam pembangunan | 1.685 |
| Gerai selesai dan siap operasi | 353 |
| Gerai sembako/apotek/klinik beroperasi | 337 |
| Contoh cepat progres (Labuhanbatu Selatan) | 64% |
Infrastruktur dan layanan
Ady menjelaskan pembangunan fisik dan gerai menjadi prioritas agar koperasi tidak hanya sebagai lembaga simpan pinjam. Gerai akan menyediakan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan layanan lain yang menunjang ekonomi desa.
Sebanyak 1.685 titik lahan sedang dalam proses pembangunan dan 353 gerai sudah selesai 100 persen dan siap melayani masyarakat,
Hingga kini ada 337 gerai sembako, apotek, dan klinik desa yang sudah berjalan. Beberapa daerah, seperti Labuhanbatu Selatan, menunjukkan progres lebih cepat dari target.
Penguatan kelembagaan dan SDM
Pemprov Sumut tidak hanya membangun fisik. Mereka juga fokus memperkuat kelembagaan dan kapasitas pengurus koperasi. Program pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, dan penguatan kemitraan usaha menjadi bagian dari rencana kerja.
Kami terus mendorong agar koperasi yang sudah dibangun dapat segera beroperasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,
Pembinaan intensif ditujukan agar modal kolektif dari simpanan anggota dikelola profesional. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui unit usaha dan layanan keuangan yang berkelanjutan.
Dampak dan prospek
Dengan kombinasi infrastruktur, digitalisasi SIMKOPDES, dan pengembangan SDM, Pemprov Sumut berharap KDKMP menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa. Keberhasilan program ini dinilai akan memperkuat ekosistem simpan pinjam serta mendorong layanan ekonomi lainnya di wilayah pedesaan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sertifikasi halal gratis Sumut hanya jangkau 1.000 dari 1,4 juta UMKM
Program 1.000 sertifikat halal gratis Sumut dinilai belum efektif, hanya menjangkau 0,07% dari 1,4 juta UMKM...
Timsel Diminta Pertimbangkan Rekam Jejak Etik Calon KPID Sumut 2026–2029
Tim Advokasi minta Timsel KPID Sumut pertimbangkan integritas dan rekam jejak etik calon anggota periode 202...
Peringatan HAN ke-42 di MIN 12 Nagan Raya: Tekankan Madrasah Ramah Anak
Peringatan HAN ke-42 di MIN 12 Nagan Raya, Kamis (23/7/2026), tekankan madrasah ramah anak dan perlindungan...
DHD 45 Dorong Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Tokoh Sumut
Ketua DHD 45 Sumut dorong pengusulan tokoh Sumut sebagai pahlawan nasional dan ajak Kodam I/BB kolaborasi me...
Polri dan Ulama Perkuat Sinergi, KA SPN Polda Sumut Kunjungi Madrasah Besilam
KA SPN Polda Sumut dan Kapolres Langkat kunjungi Madrasah Tuan Guru Besilam (23/7) untuk perkuat sinergi, do...
Polres Ungkap Motif Pembunuhan Anak 10 Tahun di Aceh Tenggara
Polres Aceh Tenggara menyatakan motif pembunuhan anak 10 tahun di Lawe Sepilang berkaitan dengan upaya menut...