Pemerintah Targetkan 36 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi 2026
Pemerintah menargetkan 36.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mulai beroperasi pada akhir 2026. Pernyataan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melalui keterangan resmi pada Minggu, 28 Juni 2026. Target ini dimaksudkan untuk memperkuat distribusi bantuan sosial dan penyerapan hasil panen ketika harga pasar turun.
Target dan jadwal operasional
Zulhas menjelaskan sejumlah Kopdes masih dalam tahap pembangunan dan persiapan organisasi. Manajer untuk jaringan Kopdes diperkirakan baru siap pada Oktober 2026, sehingga operasional massal ditargetkan rampung akhir tahun itu.
Peran Kopdes Merah Putih
Pemerintah memposisikan Kopdes Merah Putih bukan sebagai ritel komersial, melainkan sebagai infrastruktur resmi untuk pelaksanaan program pemerintah. Fungsi utama yang disampaikan meliputi:
- Penyaluran bantuan sosial seperti bansos dan PKH.
- Distribusi sarana pertanian, termasuk alat-alat bagi petani.
- Penyerapan hasil panen petani dan tangkapan nelayan ketika harga pasar turun.
"Koperasi desa itu beda dengan supermarket ya, Kopdes itu adalah infrastruktur pemerintah. Dia nanti tugasnya membagi bantuan-bantuan pemerintah seperti bansos, PKH, alat-alat pertanian nanti di koperasi itu,"
Persiapan manajer dan pembenahan SPPG
Zulhas menuturkan puluhan ribu manajer sedang disiapkan untuk menjalankan tugas penyaluran bantuan. Selain itu, peluncuran 36.000 Kopdes akan berjalan beriringan dengan pembenahan internal SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
Tindakan pemerintah dan implikasi
Menteri juga menyatakan Presiden telah menindak tegas pihak yang diduga bermain dalam program rakyat. Menurut dia, pembenahan ini bertujuan memastikan program gizi dan bantuan pangan berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Sekarang kita sedang membenahi agar program makan sangat sakral diperlukan rakyat itu bisa kita lanjutkan. Kita fokus dulu yang 36.000 itu, yang lainnya kita akan lihat nanti tahun depan,"
Jika target terlaksana, jaringan Kopdes Merah Putih berpotensi memperpendek rantai distribusi bantuan dan meningkatkan daya serap harga bagi petani serta nelayan. Namun, realisasi akhir tahun 2026 bergantung pada kesiapan infrastruktur, ketersediaan manajer, dan efektivitas pembenahan SPPG.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Minta BUMN Alokasikan Laba untuk Riset Nasional
Presiden Prabowo minta BUMN alokasikan sebagian laba untuk riset, disampaikan saat penutupan KSTI 2026 di JI...
Prabowo Dorong Kampus Perkuat Inovasi Hadapi Perubahan Global
Presiden Prabowo mendorong perguruan tinggi jadi pusat inovasi dan solusi menghadapi perubahan global, disam...
Pemerintah Genjot Jaringan Kereta Logistik 2.772 km di Kalimantan
Pemerintah dorong pembangunan jaringan kereta logistik 2.772 km di Kalimantan dengan skema investasi non-APB...
Prabowo Tutup Sarasehan KSTI 2026, Dorong Sinergi Nasional
Presiden Prabowo menutup Sarasehan KSTI 2026 di JICC, mengajak kolaborasi pemerintah, akademisi, dan industr...
Prabowo Dukung Penambahan Beasiswa Doktor untuk Dosen
Presiden Prabowo janji tindaklanjuti usulan penambahan beasiswa doktor untuk dosen dan penguatan pendanaan r...
KKP Targetkan 1.369 Kampung Nelayan, Produksi Ikan 2,8 Juta Ton
KKP targetkan 1.369 Kampung Nelayan rampung 2026 dan perkirakan produksi 2,8 juta ton ikan per tahun dengan...