Ekonomi

106.474 Wisman Naik Kereta dari 222 Stasiun Regional

Bagikan:
Wisatawan mancanegara menunggu kereta di stasiun regional

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 106.474 wisatawan mancanegara menggunakan kereta dari 222 stasiun regional pada paruh pertama 2026. Data resmi dirilis pada Senin, 20 Juli 2026, menunjukkan fenomena pergeseran titik keberangkatan wisatawan yang membuka peluang bagi kota-kota regional.

Data perjalanan dan pertumbuhan

Total pengguna kereta jarak jauh asal luar negeri mencapai 308.874 orang sepanjang paruh pertama tahun ini. Angka 106.474 penumpang dari stasiun regional menyumbang sekitar 34,47% dari total pelanggan internasional kereta.

Kenaikan kunjungan wisatawan asing tercatat sebesar 2,54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) juga melaporkan kunjungan wisatawan asing mencapai 1,38 juta pada Mei 2026.

Volume penumpang pada stasiun di luar sepuluh besar bertambah 4.943 orang setahunan, yang setara dengan 64,57% dari total kenaikan bersih pelanggan internasional.

Sebaran regional dan stasiun unggulan

Sebelas dari 13 wilayah operasi KAI mencatat pertumbuhan kedatangan wisatawan mancanegara. Divisi Regional IV Tanjungkarang memimpin dengan kenaikan sebesar 12,76%, diikuti Daerah Operasi 4 Semarang sebesar 12,38%.

Beberapa stasiun menunjukkan lonjakan signifikan. Stasiun Tegal melayani 2.980 pelanggan asing, tumbuh 23,55% secara tahunan. Stasiun Bogor Paledang bahkan mencatat kenaikan hingga tiga kali lipat menjadi 1.262 penumpang asing.

Peran stasiun regional bagi pariwisata

Manajemen KAI menilai pola penggunaan stasiun sebagai titik awal perjalanan memberi ruang bagi pengembangan pariwisata lokal.

“Wisatawan mulai menggunakan lebih banyak stasiun sebagai titik awal perjalanan. Pola ini membuka ruang bagi kota-kota regional untuk memperkenalkan kekuatan budaya, kuliner, sejarah, alam, serta kehidupan masyarakatnya,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Anne menambahkan bahwa data stasiun membantu pemerintah daerah membaca perubahan pola kunjungan. Informasi itu dapat digunakan untuk menyiapkan transportasi lanjutan, informasi destinasi, fasilitas publik, dan layanan sesuai kebutuhan wisatawan.

Dampak infrastruktur dan kolaborasi

KAI mengoperasikan rute yang menghubungkan 627 stasiun aktif dan mengelola jalur rel aktif sepanjang 7.765 kilometer di Pulau Jawa dan Sumatra. Konektivitas ini dinilai krusial untuk mempertemukan wisatawan dengan produk serta layanan masyarakat lokal.

“Perluasan perjalanan ke 222 stasiun regional menunjukkan bahwa manfaat konektivitas dapat menjangkau lebih banyak daerah. Potensi itu perlu dipertemukan dengan kesiapan destinasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar perjalanan wisatawan memberi nilai yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.

Dengan data yang lebih terperinci, pemerintah daerah dan pelaku pariwisata diharapkan merespons dengan peningkatan akses, fasilitas, dan layanan. Langkah tersebut penting agar manfaat pertumbuhan penumpang asing berkontribusi nyata terhadap ekonomi lokal.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait