Nasional

Konektivitas Bali Diperkuat: Water Taxi dan Pengembangan Ngurah Rai

Bagikan:
Water taxi melintas di perairan Bali sebagai simbol konektivitas laut dan bandara Ngurah Rai

Kementerian Perhubungan mendorong pengembangan water taxi dan perluasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk memperkuat konektivitas Bali. Pengumuman ini disampaikan dalam pertemuan di Denpasar, Kamis, 9 Juli 2026, antara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur Bali I Wayan Koster. Tujuannya jelas: mengurangi kepadatan jalan menuju kawasan wisata dan meningkatkan kapasitas pelayanan penumpang di Pulau Dewata.

Rencana water taxi sebagai moda alternatif

Water taxi dirancang sebagai moda transportasi alternatif yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu melalui jalur laut. Rute ini diharapkan memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Saat ini perjalanan darat ke Canggu memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam pada jam sibuk.

Dengan water taxi, waktu tempuh dari bandara ke Canggu ditargetkan menjadi sekitar 30 menit, sehingga mampu mengurangi beban lalu lintas jalan dan memberi pengalaman perjalanan baru bagi wisatawan.

Dukungan pejabat dan kutipan resmi

"Kita sudah menghitung, dari bandara ke Canggu bisa ditempuh sekitar 30 menit. Paling tidak ini dapat mengurangi beban jalan, animo wisatawan juga cukup tinggi karena memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda,"

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan pada pertemuan di Bali, menegaskan bahwa pengembangan moda laut menjadi salah satu fokus kebijakan transportasi di provinsi tersebut.

Dampak terhadap perjalanan dan pariwisata

Peralihan sebagian lalu lintas penumpang ke moda laut diharapkan mengurangi kemacetan pada ruas jalan utama menuju Canggu dan titik wisata lain. Selain itu, water taxi juga memberi pilihan mobilitas yang lebih fleksibel bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Manfaat yang diharapkan meliputi pengurangan waktu perjalanan, penurunan kepadatan kendaraan, dan peningkatan kepuasan wisatawan.

Pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai

Pemerintah juga menargetkan peningkatan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai. Angka kunjungan saat ini mencapai sekitar 24,9 juta penumpang per tahun dan disebut telah melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19.

Menteri Perhubungan menyebut target pengembangan kapasitas bandara mencapai sekitar 32 juta penumpang per tahun untuk mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan di Bali.

Indikator Jumlah (juta penumpang/ tahun)
Saat ini 24,9
Target pengembangan 32,0

Langkah pelaksanaan dan dampak jangka panjang

Pemerintah belum memaparkan seluruh detail teknis dan jadwal pelaksanaan rute water taxi. Namun rencana ini akan melibatkan kajian rute, kapasitas kapal, fasilitas dermaga, serta integrasi dengan layanan darat di bandara.

Secara lebih luas, langkah ini diharapkan mendorong pemerataan ekonomi, memperkuat sektor pariwisata, dan mengurangi tekanan infrastruktur jalan di Bali.

Ringkasan manfaat

  • Mengurangi waktu perjalanan Bandara–Canggu menjadi sekitar 30 menit.
  • Menurunkan kepadatan kendaraan di ruas jalan wisata.
  • Menyediakan pilihan transportasi baru bagi wisatawan.
  • Mendukung target kapasitas Bandara Ngurah Rai hingga 32 juta penumpang.

Rencana pengembangan water taxi dan perluasan bandara menandai upaya terpadu memperkuat konektivitas Bali demi meningkatkan pelayanan penumpang dan mendukung pemulihan serta pertumbuhan pariwisata ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait