Nasional

Wamendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua

Bagikan:
Wamendikdasmen meninjau MPLS di SMA Labschool Kebayoran Jakarta

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan sekolah harus menjadi rumah kedua bagi siswa saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. Ia mengatakan pesan itu penting untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang ramah dan inklusif, serta mendorong pertumbuhan anak.

Kunjungan dan pesan utama

Fajar hadir untuk melihat langsung proses MPLS dan interaksi antara guru dan siswa. Ia menekankan sekolah perlu menjadi lingkungan aman yang merangsang perkembangan akademik dan karakter. Pernyataan ini disampaikan usai meninjau beberapa kegiatan pengenalan lingkungan sekolah di Labschool.

"Tadi kita tekankan bahwa pertama ya, sekolah itu harus menjadi rumah kedua buat anak-anak kita. Tekankan prinsip dasarnya bagaimana sekolah itu menjadi ekosistem pembelajaran yang ramah, inklusif, dan juga mendorong pertumbuhan anak," kata Fajar.

Dorongan agar siswa punya mimpi

Selain suasana sekolah, Fajar mengingatkan pentingnya setiap siswa memiliki tujuan dan cita-cita. Menurutnya, tujuan itu menjadi pendorong langkah ke depan dan memandu pilihan studi serta karier.

"Saya tekankan supaya anak-anak kita ini punya mimpi, punya cita-cita. Karena kalau anak-anak sekolah tidak punya mimpi, berarti mereka tidak punya tujuan melangkah ke depan," ujarnya.

Ia memuji Labschool sebagai contoh yang menanamkan tujuan jelas sejak awal masa sekolah, sehingga siswa lebih siap menentukan arah pendidikan dan profesi di masa depan.

Budaya belajar dan literasi

Fajar juga menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang berkelanjutan. Ia menyarankan agar masa tiga tahun di sekolah dijadikan periode pembentukan karakter dan kecakapan kepemimpinan.

"Tadi saya juga dorong agar tiga tahun mereka di Labschool ini dijadikan semacam kawah candradimuka. Mereka untuk menempa menjadi calon pemimpin tetapi juga menjadi pembelajar, pembelajar sepanjang hayat," katanya.

Ia menambahkan bahwa pembiasaan di lingkungan sekolah akan menentukan kualitas budaya literasi. "Apalagi sekolah ini kan salah satu sekolah dengan capaian TKA, capaian TKA terbaik di level nasional," katanya lagi.

Kunjungan lanjutan dan implikasi

Fajar mengungkapkan rencana meninjau pelaksanaan MPLS di berbagai daerah dalam beberapa hari mendatang. Kunjungan itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa pemerintah hadir di berbagai lapisan pendidikan dan terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.

Penerapan prinsip sekolah sebagai rumah kedua dan fokus pada tujuan siswa diharapkan memperkuat budaya belajar serta memacu prestasi. Langkah pemantauan oleh kementerian juga memberi sinyal dukungan lebih luas terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan di seluruh daerah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait