Sekolah di Jagakarsa Disterilisasi Jibom, Siswa dan Guru Dipulangkan
Seluruh siswa dan guru SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipulangkan pada Senin pagi, 13 Juli 2026, setelah sekolah menerima dugaan ancaman bom. Aparat kepolisian dan Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob melakukan sterilisasi area sekolah untuk memastikan keamanan.
Evakuasi dan pemulangan siswa
Keputusan memulangkan siswa diambil setelah aparat kepolisian tiba di lokasi. Saat ancaman diterima, seluruh siswa dan tenaga pendidik sedang mengikuti upacara pembinaan budaya di halaman sekolah.
Setelah upacara selesai, anak-anak tidak langsung masuk kelas. Mereka tetap berada di lapangan sambil menunggu kedatangan petugas dan kemudian diarahkan pulang sebagai langkah antisipasi.
"Anak-anak biar tidak panik. Setelah Kapolsek datang, anak-anak diimbau pulang. Habis itu semua guru juga disterilkan,"
— Subekhi, guru SDN Srengseng Sawah 15 Pagi
Sterilisasi oleh Jibom dan pemeriksaan guru
Petugas Jibom Brimob bersama personel Gegana melakukan penyisiran dan sterilisasi seluruh kompleks sekolah. Beberapa personel bersenjata lengkap berjaga di titik strategis, dan kendaraan operasional Jibom disiagakan di dalam area sekolah.
Sebagian guru dimintai keterangan oleh aparat. Guru lain diminta meninggalkan lingkungan sekolah sementara proses sterilisasi berlangsung, dan hingga pemeriksaan selesai tidak ada yang diperbolehkan kembali ke dalam area sekolah.
Kondisi di luar sekolah dan tindak lanjut
Di luar kompleks, orang tua murid, warga, dan awak media menunggu perkembangan penanganan. Hingga siang hari, aparat masih melakukan penyisiran dan belum mengumumkan hasil akhir pemeriksaan di lokasi.
Sekolah menyatakan masih menunggu arahan resmi dari kepolisian terkait kelanjutan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar setelah sterilisasi selesai.
Implikasi dan langkah berikutnya
Insiden ini menunda aktivitas belajar di SDN tersebut dan menimbulkan kekhawatiran orang tua. Pihak sekolah serta aparat menekankan prioritas pada keselamatan anak-anak dan tenaga pendidik, sehingga semua keputusan diambil untuk meminimalkan risiko.
Sekolah akan mengikuti instruksi kepolisian sebelum menentukan jadwal pembelajaran kembali, sementara masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi dari aparat mengenai hasil pemeriksaan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...