Nasional

Polisi Perketat Pengamanan SDN di Jagakarsa Usai Laporan Ancaman Bom

Bagikan:
Petugas Jibom Brimob berjaga di depan gerbang SDN Jagakarsa selama sterilisasi

Polisi dan Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob memperketat pengamanan sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin 13 Juli 2026 siang. Langkah ini diambil menyusul laporan dugaan ancaman bom yang sedang ditangani aparat keamanan. Akses sekolah dibatasi dan proses sterilisasi berjalan di sejumlah titik.

Pengamanan dan proses sterilisasi

Personel Gegana dan Jibom Brimob tampak berjaga di beberapa titik area sekolah. Petugas mengamankan pintu utama, halaman, dan akses menuju gedung selama penyisiran berlangsung. Kendaraan operasional tim juga diparkir di dalam kompleks sebagai bagian dari penanganan.

Petugas melaksanakan pemeriksaan menyeluruh dengan metode sterilisasi. Selama proses itu, petugas membatasi akses dan hanya memperbolehkan petugas berkepentingan masuk ke area yang disisir.

Situasi di lokasi dan respons warga

Di luar lingkungan sekolah, guru tampak menunggu dan terus berkoordinasi dengan aparat. Orang tua murid, warga sekitar, dan awak media berkumpul untuk memantau perkembangan penanganan. Meski pengamanan berlangsung ketat, situasi dilaporkan kondusif.

Arus lalu lintas di Jalan Gardu tetap berjalan normal. Sementara itu, aparat secara aktif mengimbau warga agar tidak mendekati area penyisiran demi keselamatan dan kelancaran operasi.

Langkah konkret pemeriksaan

Proses pemeriksaan yang dilakukan aparat meliputi beberapa langkah terstruktur sebagai berikut:

  • Penutupan dan pengamanan titik akses utama ke area sekolah.
  • Penyisiran area halaman, ruang kelas, dan akses masuk oleh tim ahli.
  • Penggunaan kendaraan operasional untuk dukungan teknis dan logistik.
  • Koordinasi intensif antara kepolisian dan pihak sekolah.

Status penyelidikan dan informasi resmi

Hingga saat ini polisi belum mengumumkan hasil akhir sterilisasi maupun temuan yang berkaitan dengan laporan ancaman tersebut. Aparat menyatakan proses pemeriksaan masih berlangsung dan detail kronologi serta sumber laporan masih dalam penelusuran.

Perkembangan kasus akan diperbarui setelah kepolisian memberikan keterangan resmi. Sekolah dan warga diminta mengikuti arahan aparat untuk memastikan keselamatan selama operasi berlangsung.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan koordinasi cepat antara aparat keamanan dan pihak sekolah dalam menanggapi potensi ancaman.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait