Wakapolres Dairi dan Bhayangkari Jenguk Dua Anak Korban di RSUD Sidikalang
SIDIKALANG — Wakil Kepala Polres Dairi, Kompol Hadi Sucipto, bersama Bhayangkari Cabang Dairi menjenguk dua anak korban kekerasan, AGP dan AP, di RSUD Sidikalang pada Jumat (21/8). Kunjungan dilakukan sebagai bentuk perlindungan dan upaya pemulihan psikologis terhadap korban.
Kunjungan dan suasana di rumah sakit
Kedua bocah sedang menjalani perawatan intensif setelah mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang yang merupakan bibi korban dan bekerja di rumah sakit. Kunjungan berlangsung penuh haru saat Wakil Ketua Bhayangkari Dairi, Cici Hadi, menyapa AGP yang beristirahat di ranjang pasien.
Selain memberi dukungan moril, rombongan membawa makanan ringan untuk kedua anak tersebut. Kedua korban terlihat menyantap roti yang dibawa petugas dan keluarga pendamping, sementara tim medis terus memberikan perawatan yang diperlukan.
Tujuan: perlindungan dan pemulihan
Kepada awak media, Wakapolres menyatakan kunjungan bertujuan memastikan kebutuhan perlindungan dan pemulihan korban terpenuhi. Tim kepolisian juga ingin memastikan anak-anak mendapat pendampingan psikologis serta perawatan medis yang layak.
"Kami ingin memastikan bahwa anak korban ini mendapat pendampingan serta perawatan yang diperlukan," tegas Kompol Hadi Sucipto.
Wakapolres menegaskan bahwa institusi kepolisian akan terus hadir untuk memberikan perlindungan dan pendampingan kepada korban serta keluarga. Pendekatan yang dilakukan mencakup aspek hukum dan dukungan psikososial sesuai kebutuhan korban.
Status penanganan perkara
Pihak kepolisian telah mengamankan pelaku terkait dugaan tindak kekerasan tersebut di Polres Dairi. Proses penyelidikan dan langkah kepolisian untuk penegakan hukum sedang berlangsung sesuai prosedur.
Polres bersama pihak rumah sakit dan keluarga korban diharapkan berkoordinasi untuk memastikan keselamatan dan hak-hak anak selama proses hukum dan pemulihan.
Pelajaran dan langkah ke depan
Kasus ini kembali menyorot pentingnya perlindungan anak dan kewaspadaan terhadap kekerasan dalam lingkungan keluarga. Penanganan terpadu yang melibatkan aparat penegak hukum, tenaga medis, dan layanan perlindungan anak menjadi kunci pemulihan korban.
Upaya pendampingan lanjutan dan proses hukum yang transparan diharapkan memberikan kepastian bagi korban dan masyarakat setempat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polres Dairi Tangkap Pengedar, Amankan 13,25 Gram Sabu
Polres Dairi menangkap AS (34) di Sidikalang dan mengamankan 11 paket sabu seberat 13,25 gram serta alat buk...
AC Mati di Gedung Railink Kualanamu, Penumpang Keluhkan Suasana Panas
Area gedung Railink Kualanamu terasa panas selama dua minggu karena dugaan AC mati; penumpang dan tenant ber...
Kuasa Hukum Pertanyakan Penetapan Tersangka Dhody Thahir
Kuasa hukum mempertanyakan bukti penetapan tersangka Dhody Thahir terkait dugaan pemalsuan surat dalam sengk...
DPRK Menang 2-1 atas Pemkab Aceh Besar di Meunasah Krueng
DPRK Aceh Besar menundukkan Pemkab Aceh Besar 2-1 pada laga persahabatan 22 Agustus 2026 di Meunasah Krueng.
Muzakkir Minta Amran Jelaskan Realisasi Rp2,5 Triliun untuk Rehabilitasi Lahan Aceh
Prof. Muzakkir minta Menteri Pertanian jelaskan transparansi realisasi Rp2,5 triliun bantuan rehabilitasi la...
Ngatiman Terpilih Aklamasi Ketua PMI Kota Langsa 2026-2031
Ngatiman terpilih aklamasi sebagai Ketua PMI Kota Langsa 2026-2031; Pemko janji dukungan anggaran Rp100 juta...