Lokal

AC Mati di Gedung Railink Kualanamu, Penumpang Keluhkan Suasana Panas

Bagikan:
Penumpang menunggu di area gedung Railink Kualanamu dengan suasana panas karena AC diduga tidak berfungsi

Deliserdang — Selama dua minggu terakhir, area gedung Railink di Bandara Kualanamu dilaporkan terasa sangat panas karena diduga AC tidak berfungsi. Kondisi itu dikeluhkan penumpang kereta api, pengguna bus bandara, dan tenant yang beraktivitas di lokasi tersebut.

Kondisi di lapangan

Pantauan di lokasi menunjukkan suhu ruang yang meningkat sehingga beberapa penumpang tampak tidak nyaman saat menunggu kedatangan kereta atau bus. Sejumlah orang bahkan menggunakan kipas tangan untuk mengurangi hawa panas.

Area gedung Railink kerap dilalui arus penumpang aktif sehingga gangguan pendingin ruangan berdampak luas pada kenyamanan pengguna jasa dan aktivitas tenant.

Keluhan penumpang

Beberapa penumpang mengungkapkan kekecewaan karena masalah ini sudah berlangsung lebih dari seminggu. Mereka menilai area yang terganggu layak mendapat perhatian teknis secepatnya mengingat fungsinya sebagai ruang transit publik.

"Panas sekali, gak berfungsi AC di area ini, padahal gedung Railink ini juga banyak aktivitas penumpang baik kereta api dan bus yang datang dan pergi di Bandara Kualanamu," kata Jono, penumpang yang baru tiba dari Jakarta, Minggu (23/8).

Beberapa penumpang menilai ada pilih kasih dalam penanganan fasilitas pendingin udara antar area terminal, meskipun tidak ada keterangan resmi dari pengelola bandara.

Dampak dan harapan

Akibat kondisi panas, kenyamanan menunggu keberangkatan menurun dan aktivitas tenant terganggu. Penumpang berharap pengelola bandara segera memperbaiki sistem pendingin agar suasana kembali aman dan nyaman.

Hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari pengelola bandara soal penyebab kerusakan atau jadwal perbaikan. Pengguna jasa tetap diimbau memantau informasi perjalanan dan persiapan ekstra saat menunggu di area yang terdampak.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait