Hakim Vonis 8 Tahun 6 Bulan untuk Istri Pelaku Pembunuhan di Medan
Medan — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan memvonis Yuyun Kristina Br Sirait (25) dengan hukuman 8 tahun 6 bulan (102 bulan) penjara atas pembunuhan terhadap suaminya, Irfansyah Hutagalung, pada Rabu (22/7). Perbuatan terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 458 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Putusan dan pertimbangan hakim
Majelis hakim yang diketuai Zufida Hanum menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan. Dalam pertimbangan, hakim menyebut faktor yang meringankan dan memberatkan sebelum menjatuhkan hukuman.
"Hal meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya, mengakui, sopan dalam persidangan, dan belum pernah dihukum,"
Sementara hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa mengakibatkan korban kehilangan nyawa. Setelah membacakan putusan, hakim memberi kesempatan kepada terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum untuk pikir-pikir menerima atau mengajukan banding.
Kronologi kejadian
Jaksa menjelaskan peristiwa berlangsung di Jalan Flamboyan Raya, Gang Sejati, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Kejadian bermula saat korban baru pulang bekerja dan melihat terdakwa sedang mengenakan riasan wajah, yang memicu adu mulut cukup lama.
Perselisihan berlanjut di dalam kamar. Jaksa menyebut korban sempat memeluk terdakwa di atas kasur, namun terdakwa melawan dan berhasil membalik posisi tubuh korban.
"Udah mak edo, sesak kali ku rasa,"
— kata korban dalam kondisi lemah, sebelum akhirnya tidak berdaya. Jaksa menerangkan terdakwa mencekik leher korban dengan kedua tangan dan mencakar. Seorang anak terdakwa sempat melihat ke dalam kamar namun diusir.
Setelah itu, jaksa menyebut terdakwa mengambil kain sarung, mengikatkannya pada jeruji jendela, lalu melilitkannya ke leher korban sebelum meninggalkan rumah. Sekitar dua jam kemudian terdakwa kembali dan mendapati korban sudah meninggal dunia.
Dakwaan
Atas perbuatannya, Yuyun didakwa melanggar Pasal 458 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Jaksa sebelumnya menuntut pidana penjara selama 10 tahun, sehingga vonis hakim lebih ringan dari tuntutan awal.
Proses hukum selanjutnya
Hakim memberi waktu kepada kedua pihak untuk mempertimbangkan menerima putusan atau mengajukan banding. Jika salah satu pihak merasa keberatan, prosedur banding dapat ditempuh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolres Paluta Dipuji Usai Jaga Keamanan Tanpa Menahan Warga
Sahmar Hasibuan memuji Kapolres Paluta yang menjaga keamanan sengketa lahan PT Agrinas Palma tanpa menahan w...
Pemprov Sumut Rampungkan PA untuk Usulan Megalitik Nias Selatan ke UNESCO
Pemprov Sumut menyelesaikan dokumen PA untuk mengusulkan kawasan megalitik Nias Selatan ke UNESCO; dokumen d...
Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Rp137,5 Juta Bantuan Sosial Tunai
Pemkab Tapanuli Utara menyalurkan bantuan sosial tunai Rp137,5 juta untuk pengobatan dan perbaikan rumah kor...
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...
Aceh Besar Gelar Retret Keuchik untuk Perkuat Pemerintahan Gampong
Aceh Besar menggelar retret 8-11 Nov di Jantho bagi 234 keuchik untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat...