Mantan Kadis DLH Tebingtinggi Diadili: Dugaan Korupsi BBM Rp863 Juta
MEDAN — Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tebingtinggi, Muhammad Hasbie Ashshiddiqi, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (22/7). Jaksa menuduh Hasbie melakukan korupsi dalam pengelolaan anggaran belanja bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan operasional persampahan Tahun Anggaran 2024 yang merugikan negara sebesar Rp863.016.444.
Dakwaan Jaksa
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Danang Dermawan menyatakan terdakwa diduga berkolusi dengan Meifiansyah (Bendahara Pengeluaran) dan Zul Hadin (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan/PPTK). Ketiga nama ini disebut melakukan tindakan melawan hukum dalam pengelolaan anggaran BBM bersubsidi sepanjang 2024.
"Terdakwa memerintahkan pembelian BBM bersubsidi bagi kendaraan operasional persampahan di sejumlah SPBU di Kota Tebing Tinggi. Selanjutnya, terdakwa bersama PPTK dan Bendahara Pengeluaran diduga bersepakat menunjuk seorang pengawas BBM untuk mengawasi pengisian bahan bakar kendaraan operasional serta melakukan pembelian BBM di SPBU,"
Modus yang Dituduhkan
Jaksa mengatakan Hasbie diduga mengetahui dan menyetujui pembuatan struk pembelian BBM yang tidak sesuai dengan transaksi sebenarnya. Bahkan, terdakwa disebut memerintahkan penyediaan printer thermal untuk mencetak struk palsu sebagai bukti pertanggungjawaban.
"Terdakwa juga diduga menyetujui Nota Dinas Permintaan Pembayaran Belanja BBM, kuitansi, Surat Pertanggungjawaban (SPJ), hingga menandatangani Surat Perintah Membayar (SPM) yang menjadi dasar pencairan dana tanpa melakukan pemeriksaan atas kebenaran transaksi pembelian BBM,"
Anggaran dan Bukti Audit
Pada awal 2024, anggaran BBM untuk operasional persampahan DLH Kota Tebingtinggi dialokasikan sebesar Rp1.124.930.000. Setelah perubahan anggaran, nilai itu naik menjadi Rp1.421.810.000. Sepanjang tahun diterbitkan puluhan nota, kuitansi, SPP, SPM, hingga SP2D yang menjadi dasar pencairan dana.
Hasil audit BPKP Perwakilan Sumatera Utara menyatakan negara mengalami kerugian Rp863.016.444. Pemeriksaan BPK menemukan beberapa faktur pembelian BBM yang dipertanggungjawabkan tidak diterbitkan oleh SPBU terkait. Bentuk dan format faktur berbeda, serta nama operator pada dokumen bukan pegawai SPBU yang dimaksud.
Data transaksi dari PT Pertamina Patra Niaga turut menunjukkan nilai pembelian sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan angka yang dipertanggungjawabkan dalam dokumen pencairan anggaran.
Pasal yang Dikenakan dan Proses Persidangan
Jaksa menuntut Hasbie dengan rujukan pasal atas pelanggaran yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi, termasuk rujukan pada ketentuan KUHP dan undang-undang terkait pemberantasan korupsi sebagaimana disebutkan dalam surat dakwaan.
Majelis hakim menunda kelanjutan persidangan hingga pekan mendatang dengan agenda lanjutan. Perkembangan pemeriksaan dan pembuktian di pengadilan akan menentukan langkah selanjutnya dalam kasus ini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolres Paluta Dipuji Usai Jaga Keamanan Tanpa Menahan Warga
Sahmar Hasibuan memuji Kapolres Paluta yang menjaga keamanan sengketa lahan PT Agrinas Palma tanpa menahan w...
Pemprov Sumut Rampungkan PA untuk Usulan Megalitik Nias Selatan ke UNESCO
Pemprov Sumut menyelesaikan dokumen PA untuk mengusulkan kawasan megalitik Nias Selatan ke UNESCO; dokumen d...
Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Rp137,5 Juta Bantuan Sosial Tunai
Pemkab Tapanuli Utara menyalurkan bantuan sosial tunai Rp137,5 juta untuk pengobatan dan perbaikan rumah kor...
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...
Aceh Besar Gelar Retret Keuchik untuk Perkuat Pemerintahan Gampong
Aceh Besar menggelar retret 8-11 Nov di Jantho bagi 234 keuchik untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat...