Puluhan Siswa MTs Dolok Masihul Tinjau Proses MBG di SPPG
Dolokmasihul, 22 Juli — Puluhan siswa dan guru MTs Negeri Dolok Masihul mengunjungi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dolok Manampang untuk melihat proses penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kunjungan berlangsung Rabu dan dimaksudkan untuk memberikan pemahaman langsung tentang pengolahan dan standar kebersihan makanan yang disalurkan.
Kunjungan dan rangkaian kegiatan
Rombongan diterima Kepala SPPG Dolok Manampang, M. Hendri Sugara Sinaga, bersama tim nutrisi, akuntansi, admin, serta relawan dapur. Para siswa menyaksikan proses mulai persiapan bahan, memasak dalam skala besar, hingga penyajian ke dalam ompreng yang akan didistribusikan.
Antusiasme terlihat ketika relawan menyiapkan ribuan porsi secara bergantian. Siswa juga diberi kesempatan bertanya tentang teknik memasak dan logistik distribusi.
Menu hari itu dan target penerima
Kepala SPPG menjelaskan menu yang disiapkan hari kunjungan. Menu terdiri dari nasi putih, dendeng daging, tahu crispy, sayur pakcoy bawang putih, dan buah pisang.
- Nasi putih
- Dendeng daging
- Tahu crispy
- Sayur pakcoy bawang putih
- Buah pisang
"Hari ini menu kami nasi putih, dendeng daging, tahu crispy, sayur pakcoy bawang putih dan buah pisang untuk disalurkan kepada 3.200 penerima manfaat," ujar Hendri Sugara Sinaga.
Reaksi siswa dan gurunya
Salah seorang siswa kelas IX, Zulikar Wafi Amar, mengaku terkesan dengan peralatan memasak berkapasitas besar dan kebersihan dapur.
"Saya baru pertama kali melihat wadah memasak nasi seperti ini. Sangat canggih dan sangat bersih sekali," kata Zulikar.
Kepala MTs Negeri Dolok Masihul, Nurleli, memberi apresiasi atas kesempatan kunjungan. Ia menyatakan kunjungan memperkuat kepercayaan guru dan orang tua terhadap kualitas MBG yang diterima siswa.
"Setelah kami datang ke sini, kami melihat proses memasak yang sangat bersih dan rapi. Lantainya juga sangat bersih, bahkan kami melihat sampai ke ruangan pendingin. SPPG Dolok Manampang, baik luar maupun dalam, sangat bersih sekali," ujar Nurleli.
Kebersihan dan standar pengolahan
Hendri menegaskan bahwa kebersihan menjadi prioritas utama dalam seluruh proses pengolahan. Prosedur higienis dijalankan mulai penerimaan bahan baku hingga pengemasan ompreng.
Setelah tur dapur, rombongan menikmati menu MBG yang sama dengan yang akan dibagikan penerima manfaat. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan transparansi program dan mendorong pemahaman gizi di kalangan pelajar.
Catatan: Kunjungan merupakan bagian dari upaya edukasi gizi dan keterbukaan SPPG menerima kunjungan sekolah yang ingin mempelajari proses penyediaan MBG.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kapolres Paluta Dipuji Usai Jaga Keamanan Tanpa Menahan Warga
Sahmar Hasibuan memuji Kapolres Paluta yang menjaga keamanan sengketa lahan PT Agrinas Palma tanpa menahan w...
Pemprov Sumut Rampungkan PA untuk Usulan Megalitik Nias Selatan ke UNESCO
Pemprov Sumut menyelesaikan dokumen PA untuk mengusulkan kawasan megalitik Nias Selatan ke UNESCO; dokumen d...
Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Rp137,5 Juta Bantuan Sosial Tunai
Pemkab Tapanuli Utara menyalurkan bantuan sosial tunai Rp137,5 juta untuk pengobatan dan perbaikan rumah kor...
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...
Aceh Besar Gelar Retret Keuchik untuk Perkuat Pemerintahan Gampong
Aceh Besar menggelar retret 8-11 Nov di Jantho bagi 234 keuchik untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat...