Lokal

Ledakan di Medan Polonia: 3 Tewas, 3 Luka Termasuk Balita

Bagikan:
Tim SAR mengevakuasi korban dan reruntuhan rumah akibat ledakan di Kompleks Grand Polonia, Medan

Medan — Tim gabungan mengevakuasi tiga korban tewas dan tiga korban luka akibat ledakan di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Polonia pada Senin (20/7). Evakuasi jenazah selesai setelah semua korban ditemukan di lokasi.

Evakuasi dan identifikasi korban

Tim SAR dan petugas gabungan menemukan tiga jasad tertimbun reruntuhan pada lantai II rumah bernomor 3B. Identifikasi menyebut nama Jesika Ros dan Sinta; Jesika tercatat sebagai istri pemilik rumah. Korban lainnya disebut merupakan asisten rumah tangga asal NTT dan seorang babysitter dari Kabupaten Nias Selatan.

“Tiga jasad korban ledakan itu ditemukan di lantai II rumah bernomor 3B persis di bawah reruntuhan bangunan,”

Selain korban tewas, tim berhasil menyelamatkan tiga orang luka-luka yang kini menjalani perawatan di rumah sakit. Di antara korban selamat terdapat balita berusia 2 tahun. Petugas menyebut nama korban yang selamat sebagai Jeavelin, Hasan (seorang sopir), dan Yuda (kurir).

Penyebab sementara dan penyelidikan

Kapolrestabes Medan menyampaikan hasil investigasi awal yang menunjukkan adanya indikasi kebocoran pipa gas tertanam di dalam rumah sebagai sumber ledakan. Tim penyidik masih melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti dan rangkaian kejadian.

“Hasil investigasi awal kita dengan menggunakan alat bahwa sumber ledakan karena adanya pipa gas tanam yang bocor. Namun begitu kami masih terus melakukan penyelidikan,”

Menurut penjelasan polisi, kebocoran di pipa gas yang berada dalam rumah nomor 3B diduga menyebabkan ledakan yang juga berdampak pada rumah warga sekitar akibat serpihan bangunan.

Tindakan PGN dan pemeriksaan di lokasi

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk mengamankan jaringan. Hasil deteksi gas yang berlangsung disaksikan pihak eksternal menunjukkan angka 0 PPM, atau tidak terdeteksi kandungan gas metana di titik yang diperiksa.

“Saat tim PGN telah mengamankan lokasi dengan menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk menutup penyaluran gas serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian,”

PGN menegaskan langkah pengamanan dan pemeriksaan menyeluruh tetap dilanjutkan untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan bagi warga sekitar.

Langkah selanjutnya

Pihak berwenang melanjutkan olah TKP, pemeriksaan forensik, dan penyelidikan teknis untuk menetapkan penyebab pasti ledakan. Warga setempat diminta mengikuti arahan petugas demi keselamatan sambil menunggu hasil pemeriksaan lengkap.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait