Banteng Jatim Minta VAR Dioptimalkan Usai Kalah 1-0 di Semifinal
SURABAYA — Manajer Banteng Jatim FC, Didik Prasetiyono, meminta agar penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Soekarno Cup 2026 dioptimalkan. Permintaan itu disampaikan usai semifinal di Surabaya yang berakhir kalah 1-0 dari Banteng Bali, dengan gol yang tercipta pada menit ke-23 detik pertandingan. Didik menegaskan evaluasi bertujuan meningkatkan akurasi dan keadilan keputusan, bukan menggugat hasil pertandingan.
Evaluasi penggunaan VAR
Didik memberi catatan tentang pemanfaatan VAR pada momen krusial pertandingan. Ia menilai fasilitas itu langkah positif namun perlu penggunaaan lebih optimal oleh perangkat pertandingan. Menurutnya, tujuan utama VAR adalah membantu wasit mengambil keputusan yang lebih akurat dan adil.
"Teknologi VAR hanya akan memberikan manfaat apabila digunakan secara optimal untuk membantu wasit mengambil keputusan yang seakurat dan seadil mungkin,"
Kronologi dan catatan tim
Pertandingan semifinal ditentukan oleh gol cepat yang tercipta pada 23 detik. Meski demikian, Didik menyebut ada beberapa momen yang menurut timnya layak diperiksa lebih teliti melalui VAR. Ia menegaskan catatan tersebut bersifat evaluatif dan bukan upaya untuk mengubah hasil.
"Catatan kami bukan untuk mengubah hasil pertandingan yang sudah selesai, tetapi menjadi evaluasi agar tujuan penggunaan VAR itu sendiri benar-benar tercapai,"
Respons tim dan persiapan perebutan tempat ketiga
Banteng Jatim menerima kekalahan sebagai bagian dari kompetisi dan tetap menjaga sportivitas. Tim akan segera melakukan evaluasi teknis dan mental pemain untuk persiapan laga perebutan tempat ketiga. Didik berharap tim mampu bangkit dan menutup turnamen dengan penampilan terbaik.
"Kami akan segera melakukan evaluasi dan mengembalikan fokus anak-anak untuk menghadapi pertandingan perebutan tempat ketiga. Kami ingin menutup perjalanan Soekarno Cup 2026 dengan penampilan terbaik,"
Harapan terhadap penyelenggara dan wasit
Didik memberi apresiasi kepada panitia yang menghadirkan VAR pada babak semifinal dan final. Namun ia berharap fasilitas itu benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan pertandingan agar seluruh tim mendapat pertandingan yang fair, objektif, dan berkualitas.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya kombinasi antara teknologi dan kepemimpinan wasit yang baik untuk menaikkan standar pertandingan ke depan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Festival Nyusu Bareng Batu Hadiahkan Anakan Sapi untuk Peternak
Festival Nyusu Bareng di Dusun Brau, Kota Batu bagikan 1.500 cup susu dan hadiah anakan sapi untuk dorong ke...
Haornas ke-43 Trenggalek: Ribuan Jalan Sehat Sambil Bersih-bersih
Haornas ke-43 di Trenggalek menggabungkan jalan sehat dengan aksi memungut sampah sepanjang rute untuk memba...
Deni Wicaksono: Pemprov Jatim Diminta Susun Data Pasar Tradisional
Deni Wicaksono mendesak Pemprov Jatim menyusun basis data pasar tradisional di 38 kabupaten/kota agar interv...
Wali Kota Surabaya Ingatkan: Jangan Pinjamkan KTP untuk Beli Kendaraan
Wali Kota Surabaya peringatkan warga agar tidak meminjamkan KTP untuk pembelian kendaraan karena dapat mengg...
DPRD Batu Panggil Pengembang Proyek Wisata di Sumberbrantas
Komisi B DPRD Kota Batu panggil pihak proyek wisata Sumberbrantas untuk klarifikasi izin, AMDAL, dan dampak...
Ketua DPRD Surabaya: RT/RW Harus Lebih Peduli Kasus Keluarga Ibu Tomo
Ketua DPRD Surabaya minta RT/RW peka setelah temukan keluarga Ibu Tomo; rumah dibedah dan Dinsos tangani unt...