UNIMED Terapkan SmartNPK dan Aplikasi SULTANI di Desa Petangguhan
Galang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (UNIMED) menerapkan SmartNPK dan Aplikasi SULTANI kepada Kelompok Tani Desa Mulya di Desa Petangguhan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Senin (3/8). Program ini bertujuan membantu petani membaca kondisi tanah sebelum menentukan pemupukan.
Pelatihan dan praktik penggunaan
Kegiatan diikuti 10 anggota kelompok tani yang dipimpin oleh Juliansyah Tarigan. Selain penjelasan, peserta mempraktikkan cara menghubungkan perangkat ke aplikasi, menancapkan probe sensor ke tanah, menjalankan analisis, dan membaca hasil di telepon genggam.
Tim pendamping terdiri dari Nurul Maulida Surbakti, M.Si., Dwy Puspita Sari, M.Pd., dan Mustika Ulina, S.Kom., M.Kom., serta narasumber Riza Pahlawan, M.Kom. Dua mahasiswa UNIMED juga terlibat dalam pengumpulan data dan pendampingan teknis.
Cara kerja SmartNPK dan Aplikasi SULTANI
SmartNPK adalah alat portable dengan probe sensor unsur hara, unit kontrol, dan konektivitas nirkabel. Perangkat tersambung ke Aplikasi SULTANI, yang menyediakan pemindaian QR, pilihan jenis tanaman dan fase pertumbuhan, serta menu analisis setelah probe stabil ditancapkan ke tanah.
Aplikasi menampilkan parameter seperti nitrogen, fosfor, kalium, pH, konduktivitas listrik (EC), suhu, kelembapan, dan tingkat kesuburan. Hasil pengukuran disajikan berupa kesimpulan, saran, dan analisis. Aplikasi juga dilengkapi fitur AI Insight dan SULTANI AI untuk membantu interpretasi data.
Alasan dan kebutuhan penerapan
Tim menjelaskan inisiatif ini lahir dari praktik pemupukan yang masih mengandalkan kebiasaan, dosis umum, dan jadwal rutin. Pengukuran unsur hara belum dilakukan secara teratur, dan pencatatan jenis pupuk, dosis, waktu aplikasi, serta biaya belum terdokumentasi seragam.
Kondisi tanah dapat berbeda antar titik dalam satu hamparan. Waktu pemupukan yang tak mempertimbangkan curah hujan berisiko membawa unsur hara. Oleh karena itu, data tanah diperkenalkan sebagai pelengkap pengalaman petani.
Respons peserta dan evaluasi
SmartNPK tidak dimaksudkan menggantikan pengalaman petani, tetapi melengkapinya dengan informasi kondisi tanah. Melalui alat dan Aplikasi SULTANI, petani dapat melihat parameter tanah secara langsung dan menjadikannya bahan pertimbangan sebelum menentukan tindakan pemupukan,
— kata Nurul Maulida Surbakti.
Kami berterima kasih karena petani tidak hanya diperkenalkan dengan alat, tetapi langsung diajarkan cara menggunakannya. Dengan SmartNPK, kami mulai memahami bahwa kondisi tanah dapat dibaca dan dijadikan pertimbangan sebelum melakukan pemupukan. Kami berharap pendampingan ini terus dilanjutkan,
— ujar Juliansyah Tarigan, Ketua Kelompok Tani Desa Mulya.
Awalnya kami mengira alat ini sulit digunakan. Setelah dicoba, prosesnya cukup mudah karena hasil pengukuran dapat langsung dilihat melalui telepon genggam. Kami berharap rekomendasi aplikasi membantu menentukan waktu dan penggunaan pupuk dengan lebih tepat,
— kata Afif, salah satu petani peserta.
Efektivitas pelatihan dievaluasi melalui pre-test, post-test, dan observasi praktik. Hasil awal menunjukkan seluruh peserta mampu melakukan tahapan dasar: menghubungkan perangkat, menempatkan probe, menjalankan analisis, dan membaca hasil di aplikasi.
Tindak lanjut dan pendanaan
Tim menyerahkan satu unit SmartNPK beserta Aplikasi SULTANI kepada Kelompok Tani Desa Mulya. Perangkat akan dipakai untuk pengukuran kondisi tanah, pencatatan hasil, dan pendampingan pengambilan keputusan pemupukan.
Monitoring lanjutan akan dilakukan melalui kunjungan lapangan, pemeriksaan penggunaan aplikasi, pendampingan operator, dan komunikasi teknis via grup WhatsApp. Dampak ekonomi seperti penghematan pupuk dan perubahan hasil panen akan dievaluasi setelah mengumpulkan data musim tanam.
Program SmartNPK dilaksanakan UNIMED melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026 dan dibiayai melalui anggaran Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemenristek/Kementerian terkait.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Penelitian Ramah Lingkungan: Jabal Rahmah Raih Emas & Perak di JDIE 2026
Tim Research Club Jabal Rahmah Mulia meraih medali emas dan perak di JDIE 2026 Jepang lewat penelitian ramah...
Raker DPRD Medan Susun Program Kerja 2027 untuk Akselerasi Pengawasan
DPRD Medan menggelar raker di Sibolangit untuk menyusun program kerja 2027 dan mengakselerasi fungsi pengawa...
Pengajian Taubat di Langsa: Da'i Muda Ajak Jamaah Kembali kepada Allah
Tgk Abimaulana menggelar pengajian taubat di Masjid Agung Darul Falah Langsa pada 2 Agustus, mengajak jamaah...
Ribuan Warga Padati Car Free Day di Langsa, E-Parking Diluncurkan
Ribuan warga memadati Car Free Day di Lapangan Merdeka Langsa; Pemko meluncurkan E-Parking dan membuka layan...
SMA Taruna Bangsa Sibuhuan Bentuk Pemimpin Masa Depan
SMA Taruna Bangsa Sibuhuan kukuhkan 32 siswa baru, perkuat pembinaan semi militer dan persiapan masuk pendid...
SiLPA Dinas Perkimtan Deliserdang Rp30,7 Miliar Disorot DPRD
Dinas Perkimtan Deliserdang disorot karena SiLPA Rp30,7 miliar dan pos langganan media dipertanyakan; Kadis...