Kementerian UMKM Gandeng Komunitas Perkuat Ekonomi Daerah
Kementerian UMKM mendorong keterlibatan komunitas untuk memperkuat ekonomi rakyat di daerah. Pernyataan itu disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, pada Minggu, 31 Mei 2026. Menurut kementerian, penguatan ekonomi lokal tidak cukup hanya melalui program pemerintah.
Peran komunitas dalam pemberdayaan UMKM
Reghi menilai komunitas menjadi instrumen penting untuk mempercepat pemberdayaan pelaku UMKM. Kegiatan berbasis komunitas dinilai memberi ruang bagi pelaku usaha kecil meningkatkan kapasitas dan jaringan.
“Kegiatan berbasis komunitas memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha. Kemudian juga memperluas jaringan, dan memperkuat daya saing,”
Dengan pendekatan komunitas, pelaku UMKM dapat berbagi pengetahuan, akses pasar, dan praktik usaha yang lebih baik. Pendekatan ini juga mendorong model usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kolaborasi pemerintah, komunitas, dan dunia usaha
Kementerian menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat. Menurut Reghi, sektor UMKM berperan strategis sebagai penyerap tenaga kerja sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Selain itu, Kementerian UMKM terus mendorong model pemberdayaan yang inklusif dan partisipatif. Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM yang menekankan perlunya dukungan menyeluruh terhadap pelaku usaha kecil.
Tantangan transformasi digital dan perubahan konsumsi
Pelaku usaha menghadapi tantangan, antara lain perubahan pola konsumsi dan percepatan transformasi digital. Kondisi ini menuntut adaptasi agar usaha tetap kompetitif di pasar yang semakin terdigitalisasi.
“Manfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mengembangkan usaha dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Salah satunya melalui platform digital maupun media sosial,”
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Sumarni, juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Implikasi dan langkah ke depan
Penguatan ekonomi rakyat melalui sinergi komunitas dan pemerintah berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, fokus pada pelatihan, akses digital, dan jejaring pasar diperlukan untuk mengubah potensi menjadi peningkatan pendapatan nyata bagi pelaku UMKM.
Kolaborasi yang berkelanjutan antara seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci agar UMKM mampu beradaptasi dan tumbuh di era digital.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...