UMKM Bunga Angel Latih Mahasiswa Unimor Olah Sampah Plastik di Kupang
UMKM Bunga Angel di Jalan Frans Deromes, Tofa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggelar pelatihan pengolahan sampah plastik bagi lima mahasiswa Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu. Kegiatan magang berlangsung selama satu bulan, mulai 8 Juli sampai 6 Agustus 2026, dengan tujuan meningkatkan keterampilan teknis dan peluang ekonomi berbasis kreativitas daur ulang.
Pelatihan praktik: dari botol plastik menjadi produk bernilai
Pemilik UMKM, Paulina Tlonaen, memimpin langsung pelatihan merangkai bunga dari bahan daur ulang. Materi berfokus pada transformasi botol plastik dan sampah plastik bekas menjadi kerajinan estetis yang punya nilai jual.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman magang secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang bernilai ekonomis,"
Alat dan bahan yang diajarkan
Peserta diajarkan memanfaatkan berbagai bahan dan alat sederhana. Langkah praktik mencakup pemotongan, pembentukan, pengecatan, hingga perakitan detail bunga.
- Botol plastik bekas dan pot dari botol
- Gabus, lidi, kawat, dan cat kayu
- Gunting, pisau, lem tembak, dan solder
Kelompok magang dan tujuan pemberdayaan
Kelompok magang berasal dari Kelompok 8 UMKM Kupang Kampus Unimor Kefamenanu dan diketuai oleh Jenifer Layla Fios Mau. Anggota kelompok meliputi:
- Maria Jeniliana Feramida Falo
- Yuliana Maria Loin
- Baltasar Rinaldi Nahak
- Yohanes Teddy Kebo
Selain memperoleh keterampilan teknis, peserta diarahkan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Paulina berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi modal usaha setelah kembali ke daerah asal.
Dampak lingkungan dan ekonomi
Kegiatan ini menggabungkan aspek lingkungan dan ekonomi. Dengan mengubah limbah plastik menjadi produk seni, UMKM Bunga Angel menurunkan volume sampah sekaligus membuka peluang penghasilan baru bagi generasi muda.
Selanjutnya, UMKM berharap model pelatihan ini dapat direplikasi di komunitas lain dan memicu munculnya usaha kreatif berbasis daur ulang. Dengan keterampilan yang tepat, mahasiswa diharapkan mampu memulai usaha kecil atau menambah pendapatan sampingan.
Kesimpulannya, pelatihan di UMKM Bunga Angel menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi sumber inovasi dan pemberdayaan ekonomi bila dikolaborasikan dengan pendidikan vokasi dan semangat kewirausahaan.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...