Lokal

RSU Haji Medan Layani 1.099 Pasien UHC, Tambah ICU dan SDM

Bagikan:
Gedung RSU Haji Medan dan layanan kesehatan UHC

MEDAN — UPTD Khusus RSU Haji Medan mencatat sebanyak 1.099 masyarakat memanfaatkan Program Universal Health Coverage (UHC) Provinsi Sumatera Utara sejak peluncuran Oktober 2025 hingga Juni 2026. Data itu meliputi 738 rawat inap, 360 rawat jalan, dan hanya satu pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain.

Pemanfaatan layanan UHC

Angka ini menunjukkan tingkat layanan rumah sakit kepada peserta UHC. Wadir Umum dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan, Ridesman Nasution, menyatakan sebagian besar kasus dapat ditangani secara langsung di rumah sakit.

"Hanya satu kasus yang memerlukan rujukan. Selebihnya dapat kami tangani di RSU Haji Medan,"

Ridesman menambahkan sekitar 80 persen pengguna layanan berasal dari Deliserdang karena letak rumah sakit berada di wilayah tersebut. Namun ia menekankan bahwa program UHC berlaku di seluruh fasilitas yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

"Masih ada anggapan bahwa UHC Gratis hanya berlaku di RSU Haji Medan. Padahal seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat melayani peserta program tersebut sesuai ketentuan,"

Verifikasi dan mekanisme pendaftaran

Untuk peserta yang belum memiliki kepesertaan BPJS aktif, RSU Haji Medan membuka akses lewat skema UHC. Setelah pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), petugas memverifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk proses pendaftaran.

"Begitu didaftarkan melalui mekanisme UHC, kepesertaan BPJS langsung aktif sehingga pasien bisa segera memperoleh pelayanan. Ini berbeda dengan kepesertaan mandiri yang memiliki masa tunggu," ujar Plh Wakil Direktur Pelayanan Medis, Fitrady Ulianda Siregar.

Penerapan rujukan berjenjang tetap diwajibkan untuk kasus non-gawat darurat; pasien di luar kondisi emergensi diminta melalui fasilitas tingkat pertama seperti puskesmas atau klinik.

Pengembangan fasilitas dan SDM

Menanggapi peningkatan pasien, rumah sakit memperluas kapasitas layanan. ICU dewasa naik dari 10 ke 15 tempat tidur, sedangkan ICU anak dan neonatal diperbesar dari 7 menjadi 20 tempat tidur. Kapasitas IGD juga ditambah dari 16 menjadi 27 tempat tidur.

Selain menambah tempat tidur, manajemen juga menambah dokter spesialis, subspesialis, dan melengkapi alat kesehatan untuk layanan jantung, stroke, bedah saraf, serta perawatan intensif.

Dampak keuangan dan komitmen pelayanan

Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan, Fakhrial Mirwan Hasibuan, menjelaskan peningkatan layanan turut menaikkan pendapatan rumah sakit dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, tujuan utama tetap pelayanan publik.

"Orientasi utama kami tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Program UHC justru memastikan masyarakat yang sebelumnya terkendala biaya tetap dapat memperoleh layanan kesehatan,"

Ridesman menegaskan semua tenaga kesehatan wajib memberikan layanan sesuai standar profesi, standar pelayanan, dan SOP. Rumah sakit telah mempublikasikan maklumat pelayanan sebagai bentuk transparansi dan kesiapan menerima sanksi jika standar tidak dipenuhi.

"Kami siap menerima sanksi apabila tidak memberikan pelayanan sesuai standar yang berlaku,"

Penguatan fasilitas dan penambahan SDM di RSU Haji Medan diharapkan menjaga mutu layanan seiring meningkatnya pemanfaatan program UHC di wilayah Sumatera Utara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait