Ekonomi

Indonesia Raih Potensi Ekspor USD 1,92 Juta di KIE 2026

Bagikan:
Stan pameran produk pangan olahan Indonesia di Korea Import Expo 2026

Indonesia mencatat potensi transaksi ekspor sebesar USD 1,92 juta pada Korea Import Expo (KIE) 2026 di Seoul. Keberhasilan ini tercipta melalui sinergi KBRI Seoul dan Kementerian Perdagangan yang mempromosikan produk pangan olahan Indonesia, serta difasilitasi oleh Atase Perdagangan RI.

Nilai transaksi dan ruang peluang

Panitia mencatat total potensi transaksi ekspor sebesar USD 1,92 juta dari pertemuan dagang dan pameran. Hasil ini membuka peluang kerja sama baru antara pelaku usaha Indonesia dan buyer Korea Selatan.

Dukungan diplomasi dan business matching

Atase Perdagangan RI di Seoul memfasilitasi kegiatan promosi dan pertemuan bisnis. Delegasi Indonesia mengikuti 35 sesi business matching yang mempertemukan eksportir nasional dengan calon pembeli asal Korea.

"Melalui partisipasi ini, Indonesia tidak hanya mempromosikan produk unggulan nasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama dagang lebih luas. Kami berharap partisipasi ini dapat semakin meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Korea,"

— Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Ali Andika Wardhana.

"Hasil business matching menunjukkan tingginya minat pembeli setempat terhadap produk-produk Indonesia. Hasil ini menjadi dorongan bagi pelaku usaha Indonesia terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan keberlanjutan produk,"

— Atase Perdagangan RI Seoul, Roesfitawati.

Dampak bagi UMKM dan produk yang dipamerkan

Indonesia menampilkan 15 pelaku UMKM unggulan yang dikurasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan. Produk yang dipamerkan meliputi kopi specialty, kakao, keripik kentang, dan berbagai makanan olahan lain.

Partisipasi ini memberi kesempatan UMKM melakukan penjajakan pasar langsung dan mendapatkan umpan balik teknis dari calon importir.

Respons pelaku usaha dan mitra Korea

"Produk kami mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung pameran. Selain itu, kami juga mengikuti tujuh sesi penjajakan bisnis dengan potensi transaksi sekitar USD 260 ribu,"

— General Manager PT Pareto Estu Guna, Mochamad Pujiono, yang memuji fasilitasi Atase Dagang RI Seoul.

"Melalui penjajakan bisnis, kami dapat berdiskusi mengenai spesifikasi produk, kapasitas produksi, persyaratan impor, hingga peluang pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar Korea,"

— Seo Byeong Oh, Direktur Utama YUJIN FNB Co., Ltd., menilai KIE 2026 efektif memperkuat kerja sama dengan eksportir Indonesia. Ia menyebut Indonesia telah menjadi pemasok penting bagi perusahaannya sejak 2012.

Pameran ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi agar produk Indonesia lebih kompetitif di pasar Korea. Ke depan, pelaku usaha diharapkan melanjutkan inovasi dan menerapkan praktik keberlanjutan untuk memperbesar peluang ekspor.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait