Banda Aceh Perkuat Peran Perempuan untuk Cegah KDRT
BANDA ACEH — Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah resmi membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) di Hotel Alhanifi, Selasa (14/7). Afdhal menekankan peran strategis perempuan sebagai pelopor pencegahan kekerasan dan menyerukan sinergi lintas elemen masyarakat untuk melindungi korban dan mencegah kekerasan.
Ajakan dan peran perempuan
Afdhal meminta perempuan menjadi penggerak perubahan di keluarga dan komunitas. Ia mendorong komunikasi sehat, pola asuh tanpa kekerasan, serta keberanian melaporkan bila menemukan tanda-tanda kekerasan.
"Mari menjadi pelopor yang menyebarkan nilai-nilai saling menghormati, membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, mengedepankan pola pengasuhan tanpa kekerasan, serta berani bersuara dan membantu ketika melihat tanda-tanda kekerasan di sekitar kita,"
Data kasus dan tren
Plt Kepala DP3AP2KB Tiara Sutari memaparkan data kasus kekerasan di Kota Banda Aceh. Sepanjang 2025 tercatat 131 kasus; hingga Juni 2026 sudah tercatat 91 kasus, menunjukkan tren yang masih memprihatinkan.
| Periode | Total Kasus | Kekerasan Perempuan | Kekerasan Anak |
|---|---|---|---|
| 2025 | 131 | 61 | 69 |
| Jan–Jun 2026 | 91 | 35 | 56 |
"Oleh karena itu kita mengajak 50 peserta perempuan dari Balee Inong dan Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan KDRT, memperkuat peran organisasi perempuan dalam perlindungan perempuan dan anak, serta mendorong partisipasi aktif dalam pelaporan kasus kekerasan," jelas Tiara.
Program PEDULI dan sinergi pemerintah
Pemko Banda Aceh memperkuat komitmen melalui Program Perempuan, Disabilita dan anak untuk Lingkungan Inklusif (PEDULI). Program ini telah diintegrasikan ke dalam dokumen RPJM Kota Banda Aceh Tahun 2025–2029 sebagai bagian dari upaya sistemik pencegahan dan perlindungan.
Afdhal menekankan perlunya kolaborasi antara keluarga, tokoh agama, adat, lembaga gampong, dunia pendidikan, media, dan organisasi perempuan. Sinergi ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang saling menjaga dan melindungi.
Pelibatan organisasi perempuan
Acara dihadiri 50 peserta dari organisasi perempuan setempat dan provinsi, termasuk Balee Inong dan WPP. Partisipasi organisasi dinilai krusial untuk meningkatkan pelaporan, memperkuat jaringan perlindungan, dan menyebarkan praktik pengasuhan tanpa kekerasan.
Tiara mengapresiasi dukungan legislator dan tokoh lokal yang memberikan pokok-pokok pikiran untuk pemberdayaan organisasi perempuan melalui peningkatan kapasitas.
Upaya pencegahan KDRT di Banda Aceh kini diarahkan pada tindakan preventif, peningkatan kapasitas, dan penguatan kebijakan. Keberlanjutan program serta keterlibatan lintas elemen masyarakat menjadi kunci untuk menurunkan angka kekerasan dalam jangka menengah dan panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemkab Aceh Besar Gelar Gerakan Pangan Murah di Ingin Jaya
Pemkab Aceh Besar menggelar Gerakan Pangan Murah di Ingin Jaya (15/7) untuk menjaga stabilitas harga dan mem...
Kapolda Aceh Gelar Sertijab 7 PJU dan 9 Kapolres
Kapolda Aceh pimpin sertijab 7 PJU dan 9 Kapolres di Mapolda Aceh, menindaklanjuti Surat Telegram Kapolri te...
Wagub Aceh: Transparansi Kunci Kepercayaan Publik pada Baitul Mal
Wagub Aceh minta Baitul Mal transparan agar publik percaya; usulan zakat jadi pengurang pajak diharapkan tin...
Wabup Labuhanbatu Hadiri Tabligh Akbar, Dua Santri Dapat Beasiswa Al-Azhar
Wabup Labuhanbatu hadiri Tabligh Akbar di Ponpes Addinussyarifiah; dua santri raih beasiswa penuh ke Univers...
Komisi III DPRK Banda Aceh Tinjau Rehabilitasi Banda Aceh Academy
Komisi III DPRK Banda Aceh meninjau rehabilitasi Banda Aceh Academy (14/7) untuk mengevaluasi progres fisik...
Polda Sumut: Warga Dilarang Menghalangi Penindakan Narkoba
Polda Sumut mengimbau warga tidak menghalangi penindakan narkoba setelah penyerangan saat penangkapan di Med...