Ubah Pola Pikir, Pemerintah Kendari Dorong UMKM Naik Kelas
Pemerintah Kota Kendari mendorong pelaku UMKM untuk mengubah pola pikir pengelolaan administrasi melalui penerapan SAK EMKM. Langkah ini dianggap kunci agar usaha lebih profesional, terpercaya, dan siap bersaing.
Inisiatif dan tujuan
Kepala Dinas Perindag, Koperasi dan UKM Kota Kendari, Sarifuddin, Ak., MSA, menyatakan kebijakan pembinaan akan difokuskan menjelang 2027. Pemerintah berkomitmen menyusun program yang lebih tajam dan berbasis data nyata.
Menurutnya, perpindahan dari kebiasaan pencatatan lama ke sistem yang terstandarisasi menjadi syarat pertumbuhan berkelanjutan bagi usaha mikro hingga kecil. Upaya ini dirancang untuk meningkatkan daya saing dan kredibilitas pelaku usaha di pasar yang lebih luas.
Pesan kunci: administrasi sebagai kekuatan
Dalam penegasan kebijakan tersebut, Sarifuddin menekankan pentingnya perubahan mindset pengusaha.
"Kita ubah pola pikir: administrasi adalah kekuatan, bukan beban. Mari kita bangun usaha yang terpercaya dan mampu bersaing luas," tegas Sarifuddin, Kepala Dinas Perindag, Koperasi dan UKM Kota Kendari.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pencatatan dan manajemen keuangan bukan semata kewajiban administratif, melainkan modal strategis untuk pengembangan usaha.
Pembinaan berbasis data menuju 2027
Pemerintah daerah akan memprioritaskan pembinaan yang berlandaskan data untuk menentukukan langkah intervensi. Data tersebut akan membantu memetakan kebutuhan pelaku usaha dan merancang program yang tepat sasaran.
Dengan pendekatan ini, diharapkan dukungan yang diberikan lebih cepat menyasar permasalahan inti, seperti peningkatan kualitas produk, akses pasar, serta penguatan manajemen usaha.
Dampak terhadap ekonomi lokal
Perubahan pola pikir dan penerapan pencatatan terstandarisasi dipandang dapat memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi Kota Kendari. Manajemen yang baik juga meningkatkan peluang memperoleh akses pembiayaan dan kerja sama yang lebih luas.
Beberapa hasil yang diharapkan pemerintah antara lain:
- UMKM lebih profesional dan terpercaya;
- Pencatatan keuangan yang konsisten dan terstandarisasi;
- Peningkatan daya saing produk lokal di pasar regional dan nasional.
Langkah strategis ini sejalan dengan visi daerah mewujudkan Kota Kendari yang maju dan sejahtera. Dengan dukungan kebijakan yang terarah, pemerintah berharap UMKM dapat naik kelas dan memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...