Lokal

TVRI Siarkan Piala Dunia 2026, Bukti Komitmen Presiden

Bagikan:
Warga menonton bareng final Piala Dunia 2026 di Martubung, Medan

Medan, 19 Juli 2026 — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan siaran Piala Dunia 2026 melalui TVRI menjadi bukti komitmen Presiden Prabowo Subianto menghadirkan hiburan berkualitas yang dapat dinikmati masyarakat di seluruh Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan nonton bareng final Piala Dunia di Martubung, Medan, Minggu malam, yang dihadiri ratusan warga.

TVRI kembali menayangkan Piala Dunia setelah 24 tahun

Meutya menyampaikan kebanggaannya karena TVRI dipercaya kembali menyiarkan acara sepak bola terbesar dunia setelah 24 tahun absen. Menurutnya, penayangan ini memberi akses gratis bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan internasional.

“Kami sangat bangga karena setelah 24 tahun TVRI kembali menayangkan Piala Dunia. Ini menjadi kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia yang dapat menikmati pertandingan sepak bola terbesar di dunia secara gratis,”

Ia menekankan bahwa program ini bagian dari upaya pemerintah memastikan hiburan berkualitas tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah-daerah.

Antusiasme warga dan pesan sportivitas

Ratusan warga memadati lokasi nobar di Martubung untuk menyaksikan laga final dalam suasana kebersamaan dan sportivitas. Meutya meminta masyarakat mengambil pelajaran positif dari perhelatan ini.

“Pesan Presiden, mari kita belajar dari perhelatan Piala Dunia ini. Kita belajar tentang sportivitas, arti perjuangan, dan pentingnya menjaga persatuan. Pada akhirnya, yang paling penting bukan hanya siapa yang menang, tetapi bagaimana olahraga mampu menghadirkan keceriaan dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,”

Dia berharap semangat sportivitas yang ditunjukkan selama nobar tetap terjaga sebagai bagian dari semangat persatuan bangsa.

Dampak ekonomi lokal: lebih dari Rp5 miliar

Penyelenggaraan nobar juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha setempat. Data dari Kamar Dagang dan Industri menyebut perputaran ekonomi selama final mencapai lebih dari Rp5 miliar, yang dirasakan UMKM, pedagang makanan dan minuman, serta usaha kecil di sekitar lokasi.

“Kami sangat bergembira karena dapat menghadirkan tontonan berkualitas bagi masyarakat. Berdasarkan rilis Kadin, perputaran ekonomi pada momen final ini mencapai lebih dari Rp5 miliar. Ini menjadi bukti bahwa ajang olahraga tidak hanya menyatukan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif,”

Kualitas siaran dan rencana TVRI ke depan

Johan Setiawan, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan LPP TVRI, menyatakan kepercayaan menyiarkan Piala Dunia menunjukkan peningkatan layanan penyiaran digital TVRI. Ia menyebut kualitas siaran terus ditingkatkan sejak babak penyisihan hingga final.

“Mulai dari babak penyisihan hingga malam final ini, masyarakat dapat menikmati siaran dengan kualitas yang terus kami tingkatkan. Antusiasme para pendukung masing-masing tim juga luar biasa dan tetap menjunjung sportivitas,”

Johan menambahkan bahwa meski turnamen telah berakhir, TVRI akan terus menghadirkan tayangan olahraga berkualitas bagi publik.

Acara nobar di Medan berlangsung aman dan tertib. Pemerintah dan penyelenggara berharap momentum ini memperkuat kebersamaan serta memberi dorongan ekonomi bagi masyarakat lokal.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait