Novita Hardini Minta TVRI Perkuat Promosi Jelang Piala Dunia 2026
Jakarta, 9 Juni 2026 — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendesak TVRI memperkuat promosi dan membangun atmosfer publik menjelang Piala Dunia FIFA 2026 agar manfaat ekonomi dan sosial turnamen dapat dirasakan luas. Pernyataan disampaikan di Kompleks Parlemen Senayan pada Selasa, 9 Juni 2026.
Minimnya gaung publik menjelang turnamen
Novita menilai gaung penyelenggaraan dan publikasi Piala Dunia 2026 masih minim. Padahal, TVRI sudah berhasil memperoleh hak siar untuk menayangkan seluruh pertandingan.
Ia mengingatkan bahwa Piala Dunia bukan sekadar siaran olahraga, melainkan momentum nasional yang bisa menggerakkan ekonomi rakyat dan ruang kebersamaan.
"Piala Dunia bukan sekadar siaran olahraga. Ini adalah momentum nasional yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat, industri kreatif, UMKM, hingga ruang-ruang kebersamaan masyarakat."
Novita menilai strategi komunikasi dan promosi saat ini belum masif sehingga antusiasme publik belum optimal.
Mandat penayangan dan akses 3T
TVRI diberi mandat menayangkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 dan memastikan akses hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Menurut Novita, mandat itu harus diiringi kampanye publik yang agresif dan terukur agar masyarakat tahu cara mengakses siaran dan program pendukung.
"Kalau masyarakat masih banyak yang bertanya Piala Dunia tayang di mana, bagaimana cara mengakses TVRI digital, atau kapan program pendukung dimulai, berarti ada ruang komunikasi yang harus diperkuat."
Strategi aktivasi untuk menggairahkan ekonomi lokal
Novita menyarankan sejumlah aktivitas pendukung agar efek ekonomi turnamen maksimal dan terasa hingga daerah.
- Nonton bareng (nobar) di ruang publik
- Festival UMKM dan penguatan sektor kuliner
- Aktivasi komunitas dan program diskusi sepak bola
- Kampanye digital serta promosi destinasi wisata lokal
Dia mengingatkan bahwa TVRI telah menyiapkan infrastruktur siaran, media center, platform digital, serta puluhan komentar dan host. Namun, menurutnya, kesiapan teknis harus disertai upaya membangun euforia publik.
Pengawasan DPR dan harapan ke depan
Sebagai mitra kerja, Komisi VII akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar penayangan Piala Dunia berjalan optimal, inklusif, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Novita menegaskan keberhasilan tidak hanya diukur dari kemampuan menyiarkan seluruh pertandingan, tetapi juga dari sejauh mana Piala Dunia menjadi sarana pemersatu dan pengungkit ekonomi rakyat di berbagai daerah.
Kesimpulannya, TVRI diharapkan mempercepat kampanye publik, memastikan akses teknis di seluruh wilayah, dan mendorong program pendukung agar momentum Piala Dunia 2026 menjadi pesta rakyat yang berdampak ekonomi luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PDIP Jatim Uji Coba Sekolah Partai Berbasis AI untuk Kader Muda
PDIP Jatim uji coba Sekolah Partai berbasis AI mulai 3 Oktober 2026 untuk membumikan Pancasila pada kader mu...
Komisi E DPRD Jatim Studi Banding ke Jateng Sempurnakan Raperda
Komisi E DPRD Jatim studi banding ke Jawa Tengah untuk menyempurnakan Raperda Keolahragaan dan Kepemudaan ag...
DPC PDIP Minta Polres Telusuri Penyebab Kebakaran Lahan Magetan
DPC PDI Perjuangan Magetan minta Polres telusuri penyebab kebakaran lahan usai BPBD catat 45 kejadian pada M...
Sukadar: Dana Kelurahan Surabaya Harus Dibagi Secara Proporsional
Sukadar minta pembagian dana kelurahan Surabaya proporsional berdasarkan jumlah RW dan kebutuhan, serta doro...
Bupati Bangkalan Tinjau Pompa PDAM di Tragah Lewat Bersepeda
Bupati Bangkalan Lukman meninjau pompa PDAM di Desa Langkap, Tragah, 3 Okt 2026 untuk memastikan layanan air...
Bawaslu Verifikasi Data SIPOL di Kantor DPC PDI Perjuangan Tuban
Bawaslu Kabupaten Tuban melakukan verifikasi data SIPOL di kantor DPC PDI Perjuangan Tuban untuk memastikan...