Nasional

BMKG: Tsunami Tertinggi 75 cm di Talengen Usai Gempa Mindanao

Bagikan:
Alat pemantau muka laut BMKG dan gelombang pantai

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tsunami setinggi 75 sentimeter di Talengen, Kepulauan Sangihe, pada Senin, 8 Juni 2026. Gelombang ini tercatat menyusul gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang pantai selatan Mindanao, Filipina, pukul 06.37 WIB dan dipantau oleh jaringan alat muka laut BMKG.

Data pengamatan muka air laut

BMKG melaporkan serangkaian pengukuran ketinggian gelombang laut di beberapa titik pesisir. Data diperoleh dari alat pemantau muka laut yang tersebar di wilayah terdampak dan menjadi dasar evaluasi ancaman tsunami.

Lokasi Ketinggian (cm) Waktu / Keterangan (WIB)
Talengen, Kep. Sangihe 75 08:20
Paleleh, Sulawesi Tengah 45 -
Tanjung Sidupa, Sulawesi Utara 32 -
Tahuna, Kep. Sangihe 30 06:58
Bitung, Sulawesi Utara 29 -
Pulau Siau, Sulawesi Utara 18 -
Ternate, Maluku Utara 14 -
Lolonda 9 -

Keterangan BMKG dan pemodelan

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan tinggi gelombang berbeda-beda di tiap lokasi karena kondisi sumber gempa dan konfigurasi pantai. BMKG menggunakan hasil pemodelan untuk memperkirakan potensi dampak awal.

“Tinggi gelombang yang terpantau bervariasi di sejumlah wilayah pesisir yang masuk area pemantauan BMKG. Selain Talengen, tsunami setinggi 45 sentimeter tercatat di Paleleh, Sulawesi Tengah,” ujar Faisal pada konferensi pers di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

BMKG mencatat gempa berkekuatan 7,7 pada kedalaman sekitar 47 kilometer. Hasil pemodelan awal menunjukkan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami di beberapa wilayah perairan Indonesia, sehingga pemantauan dilakukan secara intensif.

Peringatan, pemantauan lanjutan, dan langkah selanjutnya

Setelah observasi lebih lanjut, BMKG menyatakan tidak ditemukan kenaikan muka air laut yang membahayakan dan kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 10.15 WIB. Meskipun demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi yang telah terverifikasi.

Pengamatan ketat akan tetap berjalan untuk mendeteksi perubahan kondisi laut dan memastikan keselamatan masyarakat di wilayah pesisir.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait